Kamis, 22 Oktober 2020

Beredar Isu Sertifikasi dan Tunjangan Guru Dihapus, Ini Jawaban Mendikbud


Senin, 21 November 2016 | 14:08:12 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengingatkan kepada para guru untuk tidak percaya dengan isu-isu sesat yang belakangan membikin resah. Yakni terkait penghapusan sertifikasi dan tunjangan guru.

"Sertifikasi guru tetap jalan, jangan percaya isu yang mengatakan pemerintah menghentikan tunjangan profesi guru. Yang ada adalah memperbaiki kualitas guru, apalagi untuk yang sudah tersertifikasi," ujar dia saat mengunjungi sejumlah sekolah di Provinsi Lampung, kemarin (21/11).

Muhadjir menjelaskan, pihaknya tidak mungkin mengilangkan dua hal itu lantaran tengah fokus pada program penguatan guru. Satu dari empat program yang diminta Presiden Joko Widodo.

"Tiga lainnya yaitu revitalisasi SMK, distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan penguatan pendidikan karakter," jelas dia.Guru, kata Mendikbud, memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter anak-anak didiknya, selain keluarga dan masyarakat.  

Di tangan guru-lah kurikulum yang sebenarnya ditumpukan.

Namun disayangkan problematika yang dihadapi guru nampaknya semakin berat.

Beban guru menghadapi perubahan zaman yang berpengaruh pada perilaku anak-anak perlu dihadapi dengan pendekatan tersediri, yakni pendidikan karakter yang baik.

"Saya melihat ada gejala memudarnya marwah dan wibawa para guru, memudarnya rasa hormat kepada guru dari pihak murid. Hal ini tidak boleh berlangsung terus tanpa ada upaya untuk mengembalikannya. Gejala tersebut hanya semakin meneguhkan keyakinan saya bahwa pendidikan karakter harus betul-betul dijadikan landasan pendidikan kita terutama pada jenjang pendidikan dasar,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Mendikbud menyerukan agar semua pihak secara gotong royong terlibat dalam pendidikan, terutama untuk membangun landasan karakter pada pendidikan dasar.

Di satu sisi, guru sebagai pilar utama harus bekerja lebih keras lagi, di sisi lain kita harus kembali mengangkat marwah guru dengan menghormati mereka.

"Saya menyerukan kepada semua pihak untuk kembali menghormati guru, sebab tidak ada orang sukses tanpa sentuhan seorang guru,” seru Mendikbud yang berasal dari keluarga guru. Seperti diketahui ayah Muhadjir adalah seorang guru yang juga kepala SD, demikian pula kakak-kakaknya.


Penulis: (bon/rmol/mam/JPG)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments