Selasa, 18 Februari 2020

Debat Pilkada, Siapa Paling Kinclong?


Selasa, 17 Januari 2017 | 10:15:22 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

Debat adalah bagian dari kampanye, yang merupakan komunikasi politik untuk merebut hati masyarakat. Untuk itu diperlukan keterampilan berkomunikasi (communication skills), pengetahuan yang mendalam tentang materi/tema, sikap jujur, dan menawan. Dalam konteks komunikasi politik, seorang calon dituntut memiliki daya tarik (attractiveness) untuk mempengaruhi pemilih, misalnya cara berbicara yang sopan, murah senyum, cara berpakaian yang rapi dan postur tubuh yang ideal, hal itu akan menimbulkan daya simpati bagi pemilih pemula khususnya para gadis dan ibu rumah tangga.

Keterampilan berkomunikasi dalam istilah politik sering disebut retorika, yaitu teknik atau seni dalam memilih kata-kata yang dapat mempengaruhi khalayak. Pada saat debat, kemampuan beretorika berarti calon harus dapat berbicara jelas supaya mudah dimengerti, singkat untuk menghemat waktu, efektif, dan mengesankan artinya memiliki pengaruh atau efek pada khalayak.

Berdasarkan pengalam penulis saat menjadi moderator debat, para calon memiliki waktu sangat terbatas untuk menjelaskan visi dan misinya. Untuk itu, kemampuan beretorika sangat penting dikuasai misalnya; tidak perlu mengatakan yang terhormat bapak A, B, C dan seterusnya, cukup hadirin dan masyarakat yang saya hormati.

Jangan berbicara terlalu cepat, perhatikan tempo dan intonasi suara, perhatikan penunjuk waktu untuk mengatur panjang pendek jawaban, tunjukkan rasa percaya diri dan semangat, tapi jangan overconfident. Tampil dengan penuh pesona, wajah berseri, dan jujur.

Dalam debat, semua perilaku anda akan diperhatikan oleh masyarakat, mulai dari penampilan, gerak tubuh, dan tingkah laku. Pemilihan pakaian yang serasi, elegan dan sederhana memberikan kesan positif bagi masyarakat. gerak tubuh, tangan dan bahu yang rileks saat berbicara serta senyum yang tulus akan menguatkan simpati rakyat. Tingkahlaku yang sopan ditunjukkan dengan berjabat tangan dan pelukan kecil diawal dan diakhir debat menunjukkan kerendahan hati.

Penulis: Mochammad Farisi, LL.M*,
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments