Jumat, 22 November 2019

Juara Debat, Belum Tentu Juara Pilkada

(Analisis Debat Publik Pilkada Muaro Jambi)

Kamis, 19 Januari 2017 | 11:45:10 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

Segmen V debat antar paslon

Di segmen ini suasan lebih hidup paslon nomor satu bertanya mengenai lambatnya investasi dan maraknya pungli, mulai menyentil paslon nomor dua dan tiga karena dianggap bagian dari pemerintahan lama yang seharusnya bisa lebih berperan aktif.

Jawaban-jawaban yang diberikan paslon lain lebih kepada penguatan internal seperti perbaikan pelayanan satu atap, transparansi dan kepastian hukum.

Tidak ada langkah kongkrit bagimana meningkatkan investasi, memasarkan produk-produk muaro jambi dan mendatangkan investor dari luar daerah.

Yang paling menarik dari segmen ini adalah debat mengenai infrastuktur jalan yang ditanyakan oleh paslon nomor dua. Paslon nomor tiga menjawab pertama dengan cukup tegas akan memperjuangkan aspan beton, yang kemudian kritisi oleh paslon nomor empat dengan basik mantan kadis PU yang tentu sangat menguasai bidang ini, yaitu menjelasakan bahwa bila dikaitkan dengan APBD Muaro Jambi tidak akan cukup membuat aspal beton, namun solusinya dalah cukup pengerasan jalan dan membuat empat UPTD terpadu.

Jawaban Paslon nomor satu juga cukup menarik yaitu dalam pembangunan didesa kusus jalan akan di swakelolakan oleh masyarakat. Diakhir paslon nomor dua yang notabene adik bupati periode sebelumnya menanggapi semua jawaban dengan rumitnya membangun jalan maka jangan menjadikan masalah jalan menjadi kambing hitam. Dalam putaran debat segmen lima ini paslon empat lebih aplikatif dan terukur.

Segmen VI closing statment

Paslon nomor dua tampil anti klimaks menutup dengan intonasi datar bahkan tidak ada ajakan untuk memilih. paslon nomor tiga cukup bersemangat diselingi pantun dengan mengajak seluruh warga disemua kecamatan untuk memilihnya.

Paslon nomor empat cukup mempesona dengan program 5M-nya dan ditutup orasi bahasa jawa oleh Dodi Sularso untuk warga Sungai Bahar. Sedangkan paslon nomor satu satu-satunya calon dari jalur perseorangan menegaskan bahwa bila memimpin tidak akan ada kepentingan dan murni untuk rakyat.

Itulah beberapa hal secara komunikasi politik yang penulis tangkap dalam debat pilkada Muaro Jambi, meskipun sudah mulai ada beberapa paslon yang menampilkan data dan program terukur, namun belum ada satu pun yang menjelaskan indikator keberhasilan yang ingin dicapai pertahunnya.

Satu hal yang sama dari semua paslon adalah semua menggunakan peci hitam kecuali Ibu Masnah tentunya. terakhir penulis mengingatkan bahwa juara debat belum tentu juara pilkada, kekuatan figur, soliditas tim sukses dan strategi kampanyelah yang lebih menentukan kemenangan.
------------------------
(Penulis adalah Dosen Fisipol Unja)


Penulis: Mochammad Farisi, LL.M.
Editor:


TAGS:


comments