Senin, 26 Agustus 2019

Juara Debat, Belum Tentu Juara Pilkada

(Analisis Debat Publik Pilkada Muaro Jambi)

Kamis, 19 Januari 2017 | 11:45:10 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

DEBAT publik Pilkada Kab. Muaro Jambi telah selesai dilaksanakan dengan mempertandingkan empat pasangan calon bupati dan wakil bupati. Debat berlangsung 6 segmen dan disiarkan langsung beberapa televisi dan radio lokal di Prov. Jambi.

Debat yang dilaksanakan Senin malam 16 Januari 2017 adalah debat satu-satunya untuk pilkada Muaro Jambi dengan tema “pengembangan potensi di Kab. Muaro Jambi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”.

Penulis sengaja hadir langsung dilokasi debat untuk merasakan energi dan aura pelaksaan debat dari keempat pasangan calon serta memonitor dan mencatat seluruh kegiatan debat yang tidak bisa dicover jika hanya melihat dari layar televisi dirumah.

Berikut catatan penulis terhadap pelaksanaan debat..

Segmen I penyampaian visi misi

•    Dimulai dari penyampaian visi misi paslon nomor satu Abun Yani dan Suharianto dengan mengenakan kemeja warna merah yang tampil cukup bersemangat malam itu. Visi misi yang disampaikan cukup bagus seperti percepatan pembangunan desa, tansparansi, pemerataan pebangunan dll namun penulis merasa terkesan normatif, hanya satu yang menarik yaitu akan memberikan 1 milyar 1 desa.

•    Paslon nomor urut dua Agustian Mahir dan Suswiyanto tampil dengan kemeja biru memulai debat dengan sangat santai dan terkesan lambat, menceritakan sejarah berdirinya Muaro Jambi dan pengalaman mengabdi selama tujuh belas tahun. Sayangnya menurut penulis tidak ada visi misi kongkrit yang ditawarkan kepada masyarakat dan tidak memanfaatkan waktu yang tersisa cukup banyak.

•    Mengenakan baju warna putih, duet mantan anggota DPRD Provinsi paslon nomor tiga Masnah Busro dan Bambang menyampaikan visi misi dimulai dengan menampilkan data jumlah desa, menyampaikan beberapa persoalan yang ada di Muaro Jambi dan solusinya dengan visi Muaro Jambi Tuntas 2017-2022. Sayangnya Masnah terlalu fokus membaca teks dan tidak memanfaatkan waktu yang masih tersisa.

•    Dengan visi misi Muaro Jambi Bangkit Berjaya paslon nomor urut empat Ivan Wirata dan Dodi Sularso penulis anggap memiliki visi misi paling lengkap dan terstruktur sampai pada program-program hanya sayang menyampaikannya dengan intonasi yang datar. Dari keseluruhan jawaban paslon, menurut penulis ronde pertama dimenangkan paslon nomor urut empat.

Segmen II adalah adalah penajaman visi misi, menjawab pertanyaan moderator program kongkrit apa untuk mengambangkan semua potensi yang ada di Muaro Jambi ?

Dimulai dari paslon nomor dua yang dijawab oleh cawabup yang cukup berpengalaman dipemerintahan namun terlalu normatif dan tidak ada program kongkrit yang ditawarkan.

Paslon nomor tiga juga dijawab oleh cawabup yang menurut penulis secara retorika sangat baik dan bisa menutup kekurangan Masnah, dari banyak program yang ditawarkan yang paling mencuri perhatian adalah gagasan pembuatan administrasi kependudukan cukup di kecamatan, ini sangat masuk akal melihat kondisi geografis Muaro Jambi.

Paslon nomor empat cukup ciamik dengan program-program yang terstruktur, berbasis data dan lebih fokus pada infrastruktur dan pertanian, sayang Ivan Wirata lebih banyak mendominasi jawaban dan tidak memberikan kesempatan kepada wakilnya.

Paslon nomor urut satu yang mendapat giliran terakhir cukup lumayan dengan menyampaikan data-data pertanian dan infrastuktur jalan. Segmen kedua ini paslon nomor urut tiga unggul tipis dari paslon nomor urut empat.

Penulis: Mochammad Farisi, LL.M.
Editor:


TAGS:


comments