Selasa, 19 Oktober 2021

Hemm!!! Warga Jambi Jarang Gunakan Alat Kontrasepsi Ini

Senin, 30 Januari 2017 | 15:25:40 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Hingga saat ini penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang di Kota Jambi masih rendah, dibanding penggunaan alat kontrasepsi jangka pendek.

Rasyid Ridho, Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana, menyebutkan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang seperti spiral (IUD) dan implan atau susuk  sekitar 45 persen. Sisanya, 55 persen menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek berupa pil, suntik dan kondom.

Padahal menurut dia, alat kontrasepsi jangka pendek kurang efektif karena akseptor (pengguna) sering lupa. “Jika suntik atau minum pil tidak dijalani secara rutin, angka drop out KB akan meningkat," katanya.

Jika tidak segera ditangani, yang terancam bukan hanya ketahanan pangan, tapi juga ekonomi sehingga memperbanyak jumlah penduduk miskin.

"Kontrasepsi yang bersifat jangka panjang adalah kebutuhan utama untuk menekan laju pertambahan penduduk," tambahnya.

Dibandingkan dengan pil atau suntik, dan juga kondom, alat kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implan memang kalah populer.

Untuk itu, pihaknya akan mendorong agar masyarakat mau menggunakan kontrasepsi jangka panjang itu. Dikatakannya, kontrasepsi jangka panjang sangat dianjurkan untuk masyarakat yang ingin menjarangkan kehamilan atau tidak ingin menambah jumlah anak lagi.

Meski pun pemahaman masyarakat akan kontrasepsi sudah semakin baik, namun menurutnya, masih banyak ibu yang enggan memakai kontrasepsi jangka panjang.

Rasyid mengatakan, ke depan setiap ibu yang baru melahirkan akan diarahkan untuk memilih kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implan. Kontrasepsi ini praktis dan memiliki efektivitas cukup tinggi.

"Jumlah pasangan usia subur di Kota Jambi mencapai 90 ribu lebih, Kalau nanti sudah jalan, tidak akan dilayani lagi kontrasepsi jangka pendek. Jadi biar semua beralih ke kontrasepsi jangka panjang," pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments