Selasa, 22 Oktober 2019

MERAJUT ASA DI BILIK SUARA


Jumat, 03 Februari 2017 | 10:32:46 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JUDULNYA terkesan seperti judul novel atau FTV, agak melankolis. ‘Masalah buat loh?’ Mudah-mudahan tidak, karena sesungguhnya melalui artikel ini saya mencoba mengajak sidang pembaca, bil khusus masyarakat yang akan segera masuk bilik suara tanggal 15 Februari nanti, untuk memaknai coblosan yang dilakukan. Pemaknaan ini sangat penting sebagai usaha untuk melakukan pendidikan politik dan demokrasi di tanah air ini. Nah, ‘gak semelo yang anda bayangkan, kan?’ Hehe

Kedatangan anda ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesungguhnya memiliki arti penting sebagai warga negara. Tidak bisa hanya dimaknai sebagai pelaksanaan pemberian hak suara, atau hanya sekedar ikut berpartisipasi. Tidak sesederhana itu. Tahukah anda kedatangan anda ke TPS adalah kedatangan dengan membawa sejuta harapan. Sesaat ketika anda melakukan pencoblosan salah seorang calon yang ada di kertas suara, saat itu sebenarnya anda sedang menyerahkan jutaan harapan itu kepada orang yang anda coblos. Wow!

Ya, itulah makna pemungutan suara. Pemungutan suara adalah salah satu cara yang telah disepakati bersama melalui berbagai aturan dan perundang-undangan di negeri ini. Dengan cara ini, masyarakat diberikan hak sepenuhnya untuk menentukan secara langsung siapa orang yang mereka anggap mampu membawa harapan-harapan yang mereka miliki. Artinya, ketika di bilik suara sesorang memutuskan untuk mencoblos salah satu pasangan calon (Paslon) kepala daerah maka, saat itu dia telah mempercayai sepenuhnya harapan yang ia miliki untuk dilaksanakan oleh pasangan calon.

Maka dari itu jangan gadaikan harapan-harapan itu dengan sejumlah uang. Jika anda datang ke TPS karena dibayar, itu artinya sama saja anda menjual harapan-harapan anda. Apa lagi dengan harga murah! Bukankah harapan itu sangat berarti? Itulah William Samuel Johnson merumuskannya “Hope is necessary in every condition. The miseries of poverty, sickness, of captivity, would, without this comfort, be insupportable.”. Setiap saat kita harus memiliki harapan, termasuk di bilik suara. Semua penyakit mental bisa diatasi selagi masih memiliki asa dalam jiwa.

Golput Berarti Putus Asa
Golongan putih atau Golput adalah orang yang dengan sadar memilih untuk tidak menunaikan hak pilihnya. Seseorang baru bisa termasuk dalam golongan ini jika ia dengan kesadaran penuh, bukan karena unsur-unsur lain apa pun, untuk tidak memilih pemimpinnya sendiri. Jika dari awal saya katakan bahwa memilih itu tidak hanya sekedar menunaikan hak pilih, tapi menitipkan harapan kepada Paslon yang dipilih, maka Golput adalah golongan orang-orang yang putus asa. Kehabisan harapan.

Tidak ada alasan untuk berputus asa. Bukankah harapan itu bagaikan sayap yang mengepak membawa siapa saja untuk membubung tinggi bersama angin di angkasa. Memang tidak ada jaminan bahwa semua harapan yang kita miliki dapat kita titipkan kepada calon pemimpin yang kita pilih. Banyak juga calon pemimpin yang PHP (pemberi harapan palsu). Apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan apa yang ditunaikan. Tapi, hal ini pun tidak bisa kita jadikan alasan untuk berputus asa. Optimis!

Maka dari itu, kejelian dan kecerdasan dalam menentukan pilihan sangat penting. Jika anda sudah sampai pada kesadaran betapa pentingnya makna pencoblosan itu, saya yakin anda pun akan ekstra hati-hati dalam menentukan pilihan. Anda tidak akan sembarangan menitipkan sebegitu banyak harapan anda kepada orang yang sembarangan pula. Anda akan semakin cerdas menentukan mana calon yang PHP mana yang serius memperjuangkan harapan anda.

Berharaplah
Buatlah daftar harapan anda dari A sampai Z. Timbang-timbang siapa calon pemimpin di kertas suara itu yang mampu memenuhi harapan anda. Siapa yang anda percaya! Pelajari dengan baik dan jangan mau dipengaruhi oleh siapa pun dengan cara apa pun. Harapan anda terlalu mahal untuk ‘dibeli’.  Jangan gadaikan harapan anda yang begitu mulia dengan rupiah yang tak seberapa. Anda pasti marah dan tersinggung jika ada yang coba-coba menawar.

Mulai hari ini, pola pikir anda sudah berubah. Anda sudah cerdas! Mencoblos tidak hanya sekedar mencoblos, tapi anda sedang menitipkan berjuta harapan. Anda sedang memutuskan masa depan. Anda sedang mendesign nasip anda dan bangsa ini. Anda sedang mempertaruhkan masa depan anak cucu anda sendiri. Anda sedang memberikan sesuatu yang berharga yang anda miliki, lebih berharga dari rupiah dan berlian. Satu suara yang anda miliki tidak boleh ‘dihina’ oleh siapa pun dengan cara apa pun. Pelihara, sayangi dan berikan kepada yang layak anda percaya!

Akhirnya, bilik suara yang sempit itu ternyata menyimpan sejuta pesona. Di sanalah peraduan bejuta harap anak bangsa. Di sanalah mimpi-mimpi dilukiskan. Di sanalah berjuta-juta orang sedang beraksi menitipkan asanya. Coblosanmu adalah harapanmu. Itulah pemilih cerdas!


Penulis: Bahren Nurdin, MA
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments