Sabtu, 4 Februari 2023

Asian Agri & Tanoto Foundation Peduli Pendidikan

Latih Guru untuk Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa

Selasa, 14 Maret 2017 | 15:20:59 WIB


Peserta pelatihan yang digelar Tanoto Foundation
Peserta pelatihan yang digelar Tanoto Foundation / Istimewa

JAMBI -Pendiri Yayasan Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto adalah sosok pengusaha sukses yang gemar membaca. ''Salah satu kunci kesuksesan Sukanto Tanoto adalah beliau merupakan pribadi yang gemar sekali membaca dan belajar.

Beliau bahkan mempelajari Bahasa Inggris secara mandiri hanya dengan bermodal kamus Oxford dan majalah tua berbahasa Inggris. Beliau mempunyai semboyan The moment you stop learning, your brain becomes cancerous.

Never stoplearning / Ketika kamu berhenti belajar, pikiranmu seperti terkena kanker. Jangan pernah berhenti belajar,” ujar Dendi Satria Buana, Regional Project Manager Tanoto Foundation mengutip semboyan pendiri Yayasan Tanoto Foundation.

Melihat arti pentingnya membaca, maka Tanoto Foundation bekerjasama dengan Asian Agri secara berkesinambungan terus melakukan berbagai kegiatan untuk menumbuhkan minat baca siswa. Salah satunya dengan melalukan program Pelita Pustaka yakni suatu program pendidikan yang menitik beratkan pada peningkatan keterampilan literasi siswa.

Program Pelita Pustaka yang dilakukan pada 13-16 Maret 2017 di Hotel Luminor – Jambi diikuti oleh 63 orang tenaga pendidik / fasilitator pembelajar perpustakaan yang terdiri dari pengawas, guru dan petugas perpustakaan sekolah.

Menurut Dendi, inti dari pendidikan masa depan adalah membaca karena dengan membaca maka siswa dapat memiliki pemahaman dan wawasan yang luas, sehingga terbentuk polapikir yang lebih mendalam dan terarah.

“Inti dari pendidikan masa depan adalah membaca, karena dengannya pemahaman dan wawasan akan terus bertambah, kemampuan dan pola berfikir menjadi lebih mendalam dan terarah. Membaca juga akan membuat kemampuan menulis dan berbicara semakin terasah.

Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa, maka sangatlah penting untuk meningkatkan keterampilan guru melalui pelatihan peningkatan literasi sebagaimana yang kita lakukan saat ini,” ujarnya pada saat memberikan pelatihan.

Hadir pada pembukaan pelatihan ini Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang diwakili Kabid Pendidikan Sekolah Menengah Atas HM Tabri, yang menyambut baik program pelita pustaka yang dilakukan Tanoto Foundation dan Asian Agri.

“Tanoto Foundation mempunyai komitmen yang sangat tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jambi. Kami dari Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi program pendidikan yang diluncurkan Tanoto Foundation. Saya juga berharap agar peserta pelatihan memegang komitmen dan mau bekerja keras meningkatkan keterampilan literasi para siswa di sekolah masing-masing,” ujarnya pada saat menyampaikan sambutan.

Selaras dengan ini Liharman Purba, Social Security License Manager Asian Agri mengatakan bahwa perpustakaan adalah jantung sekolah, sehingga diharapakan melaluli pelatihan ini minat baca siswa meningkat.

“Perpustakaan adalah jantung sekolah, diharapkan melalui pelatihan ini minat baca siswa meningkat sehingga aktifitas perpustakaan pun meningkat. Pepatah katakan, buku adalah jendela dunia, dengan gemar membaca berbagai buku di perpustakaan maka siswa-siswa akan semakin siap dalam menghadapi globalisasi,” pungkasnya.

Dalam upaya untuk meningkatkan budaya literasi siswa sekolah dasar, sejak tahun 2010 Tanoto Foundation dan Asian Agri memiliki Program Pelita Pustaka sebuah program yang berfokus menumbuhkan budaya membaca di sekolah dengan pendekatan bertahap yang dimulai dengan meningkatkan koleksi pustaka sekolah dengan buku-buku referensi dan bacaan yang menarik untuk meningkatkan minat baca siswa, meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola perpustakaan kecil, meningkatkan minat dan budaya membaca di sekolah.

Program Pelita Pustaka telah mengaktifkan kegiatan kepustakaan di 52 sekolah dipelosok Jambi yang tersebar di Tanjung Jabung Barat, Batanghari dan Tebo. Melalui program ini juga berhasil ditumbuhkan budaya membaca di sekolah-sekolah dampingan dimana guru menjadi sosok teladan membaca dan menjadi figure bagi siswa-siswi di sekolah.


Penulis: ist
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments