Sabtu, 6 Juni 2020

SMPIT Nurul Ilmi Terapkan Kelas Terpisah untuk Putra dan Putri


Jumat, 31 Maret 2017 | 10:34:01 WIB


Suasana KBM di SMPIT Nurul Ilmi
Suasana KBM di SMPIT Nurul Ilmi / Jainal Abidin

JAMBI - Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Nurul Ilmi Kota Jambi telah menerapkan pemisahan ruang belajar siswa sejak angkatan ketiga sekolah didirikan.

Pemisahan dilakukan karena sekolah ini sekolah Islam terpadu dan untuk siswa yang akil baligh guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita sudah berlakukan pemisahan siswa putra dan putri sejak angkatan ketiga berdirinya sekolah ini," ujar Kepala SMPIT Nurul Ilmi, Budi Taufik, Kamis (30/3).

Budi menilai, dengan pemisahan kelas itu kegiatan belajar mengajar siswa lebih baik, karena dalam ruang kelas hanya diisi siswa laki- laki atau perempuan semua.

"Kalau mereka digabung, tentunya mereka tidak fokus belajar. Diusia SMP sudah memasuki akil baligh yang ingin mengenal lawan jenisnya," katanya.

Dengan diterapkan pemisahan kelas ini, kata Budi, siswa atau orangtua siswa tidak keberatan dan pihaknya melihat banyak manfaatnya.

“Karena ruang belajar terpisah, saat istirahat pun mereka duduk terpisah dan berkelompok antara putra dan putri. Jika pun ada yang berbaur sangat terbatas dan terkesan malu-malu. Ini sangat positif, mengingat para siswa sudah memasuki usia remaja,” sebutnya.

Dikatakannya, ditahun ajaran 2016/2017, jumlah ruang belajar yang digunakan sebanyak 17 kelas, masing- masing kelas diisi maksimal 30 siswa. "Untuk siswa 8 kelas berada di lantai bawah, sementara siswi 9 kelas di lantai 2 dan 3," paparnya.

Selain kegiatan belajar mengajar di kelas, penerapan belajar secara terpisah juga dilakukan sekolah pada materi pelajaran keagamaan, seperti sholat berjamaah.

"Sholatpun kita pisah, putra melaksanakan sholat di Masjid sekolah, sementara putrinya melaksanakan sholat di aula sekolah," katanya lagi.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments