Rabu, 3 Juni 2020

Meredam Radikalisme Dengan Kerukunan


Kamis, 30 Maret 2017 | 11:11:29 WIB


Suasana diskusi yang diadakan Forum Diskusi Jambi
Suasana diskusi yang diadakan Forum Diskusi Jambi / Ikbal Ferdiyal

JAMBI – Selain ulama dan tokoh agama, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam rangka meredam berkembangnya paham radikalisme, yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan Pancasila.

Hal ini disampaikan Arman Syafa’at, saat menjadi pembicara dalam kegiatan dialog dan diskusi yang diadakan Forum Diskusi Jambi (FDJ), Rabu (29/3).

Arman mengatakan, seluruh elemen masyarakat harus sepakat bahwa paham radikalisme harus dilawan, karena mengganggu dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Peran ulama, tokoh agama, serta masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk menangkal berkembangnya radikalisme,” ujar Arman.

Ditambahkannya, dalam menangkal berkembangnya paham radikalisme tersebut, masyarakat dapat mengambil peran dengan menciptakan kerukunan, khususnya antar umat beragama. “Jika kita semua sudah rukun, maka negara ini akan aman dan tentram,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pengurus Hizbut Tahrir Indonesia Jambi yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, selain menangkal berkembangnya radikalisme, peran ulama juga penting untuk melawan berkembangnya budaya yang berlawanan dengan hukum Islam. “Konsep Islam harus menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pembicara lainnya, Hermanto Harun, dalam pemaparannya mengatakan, tidak hanya tokoh agama Islam, tokoh agama lainnya juga harus ikut berperan dalam menangkal berkembangnya radikalisme. Dosen IAIN STS Jambi ini menyebutkan, radikalisme bukan hanya persoalan umat Islam, namun merupakan persoalan kita bersama.

“Masalah radikalisme bukan persoalan Islam semata tetapi masalah bersama yang harus di lawan, dan ini perlu kita luruskan. Jadi sepakat mari kita ciptakan kerukunan umat beragama untuk menangkal berkembangnya radikalisme,” pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments