Sabtu, 6 Juni 2020

4143 Siswa Tingkat SMA Ikuti UN 2017


Sabtu, 01 April 2017 | 09:34:53 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / dok/metrojambi.com

BANGKO-Sebanyak 4143 siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Merangin tercatat sebagai peserta Ujian Nasional (UN) tahun 2017. Namun, hanya sekolah unggulan saja yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Pelaksana Tugas (Peltu) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Merangin, M Zubir mengatakan 4143 peserta UN tersebut terdiri dari siswa SMA, SMK dan MA.

Zubir merincikan siswa SMK yang mengikuti UN tahun 2017 ini sebanyak 1067 orang berasal dari 16 sekolah, baik swasta maupun negeri. Dan sebagian besar SMK di Merangin sudah menyelanggarakan UNBK.

"Ujian tahun ini waktunya berbeda dengan sebelumnya, dimana siswa SMK lebih duluan ujian dibandingkan SMA/MA. Siswa SMK ujian tanggal 3-6 April ini," kata Zubir.

"Sementara untuk siswa SMK yang ujian Senin depan jumlahnya 1067 orang dari 16 sekolah. 13 sekolah menyelenggarakan UNBK, sedangkan tiga sekolah lainnya masih ujian manual," ujarnya.

Sementara itu untuk SMA dan MA akan melaksanakan UN tanggal 10- 13 April. Total siswa SMA dan MA yang mengikuti UN tahun 2017 ini sebanyak 3076 orang.

"Siswa SMA dan MA ujiannya mula 10-13 April. Semuanya 3076 siswa termasuk sekolah negeri, maupun madrasah swasta," ujarnya. 

Untuk SMA dan MA dari total 53 sekolah, cuma 8 sekolah yang menyelanggarakan UNBK. Sementara puluhan sekolah lainnya masih menyelenggarakan ujian akhir secara manual.

"Untuk SMA dan MA ini cuma 8 sekolah yang UNBK atau 1449 siswa dari 52 sekolah, selebihnya ujian manual. Bahkan untuk MA semuanya masih ujian manual," ungkapnya.

Terkait pelaksanaan UNBK di 21 sekolah, Zubir mengklaim akan berjalan lancar sebab sudah beberapa kali dilakukan simulasi, semuanya berjalan lancar.

"Simulasi UNBK berjalan lancar, jadi kita yakin saat ujian nanti juga berjalan lancar. Tinggal pelaksanaannya saja lagi," tuturnya.

"Kalau untuk komputer tergantung cara pihak sekolah, sebab yang punya sekolah itu paling banyak 40 persen dibandingkan jumlah siswa. Jadi ada juga yang meminjam laptop siswa," katanya.


Penulis: Riki Saputra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments