Kamis, 29 Oktober 2020

969 Siswa SMK Tebo Ikut UNBK


Selasa, 04 April 2017 | 11:55:19 WIB


Para siswa-siswi SMK di Kabupaten Tebo sedang mengikuti UNBK
Para siswa-siswi SMK di Kabupaten Tebo sedang mengikuti UNBK / Ade Sukma

MUARATEBO - Sebanyak 969 siswa SMK di Tebo Senin (3/4) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara serentak.
Pantauan di lapangan pelaksanaan UNBK berjalan lancar tanpa adanya hambatan, baik dari server, arus listrik dan lainnya. Kendati demikian masih ada siswa pada saat UNBK tidak hadir.

"Kalau siswa yang tidak ikut UNBK terdata 5 siswa," ujar Firdaus, Kasi Kurikulum Diknas Tebo, Senin (3/4). Menurut Firdaus, lima siswa yang tidak ikut UNBK tersebut adalah SMK 1 satu orang, SMK 4 satu orang, SMK 6 satu orang dan SMK 5 dua orang. "Macam-macam, ada yang sakit, ada juga yang izin atau tanpa keterangan," ujarnya.

Ketika ditanya kebijakan apa yang bakal diberikan kepada siswa yang tidak ikut UNBK, Firdaus menyebutkan, kelimanya diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan sepekan pasca UNBK. "Jadwalnya 18-19 April atau seminggu sesudah UNBK," jelasnya. Adapun jumlah siswa tiap SMK di Tebo yang menggelar UNBK adalah, SMKN 1 sebanyak 180 siswa, SMKN 2 sebanyak 272 siswa, SMKN 3 sebanyak 62 siswa.

Sedangkan SMKN 4 sebanyak 36 siswa, SMKN 5 sebanyak 25 siswa. "Sisanya SMKN 6 sebanyak 77 siswa dan SMKN 7 sebanyak 58 siswa," katanya. Terpisah, Kepala SMKN 1 Tebo, Jumadi mengakui ada satu siswanya yang tidak ikut UNBK. Sementara jumlah siswanya yang mengikuti UNBK sebanyak 180 siswa. "Katanya sakit," sebutnya.

Teknis pelaksanaan UNBK sendiri kata dia dibagi menjadi 3 sesi. Masing-masing sesi berjumlah 60 siswa. Pelaksanaan UNBK dimulai pukul 07.00-16.00 WIB. Ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan laptop yang ada di sekolah.

Saat ditanya apakah ada kesulitan yang dihadapi siswa terkait UNBK, Jumadi bilang masih ada. "Yang saya lihat, siswa masih salah memasukkan pasword," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan genset guna mengantisipasi jika listrik mati. Kendati gubernur sudah menyurati PLN, namun pihak sekolah tetap mengantisipasi ketersediaan genset.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments