Selasa, 2 Juni 2020

Radikalisme Ancam Generasi Muda


Jumat, 07 April 2017 | 23:48:41 WIB


Bahren Nurdin saat memberikan materi dalam dialog yang digelar di Ponpes Al Hidayah Jambi
Bahren Nurdin saat memberikan materi dalam dialog yang digelar di Ponpes Al Hidayah Jambi / Ikbal Ferdiyal

JAMBI – Ancaman terhadap generasi muda saat ini semakin kompleks. Tidak hanya narkoba dan seks bebas, ancaman lainnya terhadap generasi muda adalah perkembangan paham radikalisme.

Jika generasi muda telah terpengaruh oleh paham tersebut, maka keuntuhan bangsa dan negara juga terancam. Maka dari itu, perkembangan paham radikalisme harus ditangkal sedini munking, agar tidak mempengaruhi generasi muda.

“Generasi muda kita saat ini berada dalam ancaman, yakni terpengaruh oleh paham radikalisme maupun terorisme. Maka dari itu, kedua paham ini harus ditangkal sedini mungkin,” ujar dosen IAIN STS Jambi Bahren Nurdin, saat menjadi narasumber dalam dialog “Bahaya dan Ancaman Radikalisme Bagi Generasi Muda” yang berlangsung di Ponpes Al Hidayah Jambi, Selasa (4/4).

Narasumber lainnya, Hermanto Harun, mengatakan ada beberapa cara untuk menangkal paham radikal, diantaranya memahami agama dengan benar (kaffah). Untuk itu, kata Hermanto, generasi muda harus diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai agama secara benar, agar dapat menangkal paham radikalisme dan terorisme.

“Nasib bangsa ini ke depan berada di tangan generasi muda yang ada saat ini. Untuk itu, generasi muda yang ada saat ini harus menjadi generasi muda yang kuat, tangguh, dan cerdas, yang memampu menangkal berkembangnya paham-paham negatif di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Rozali Abdullah dalam pemaparannya mengatakan, salah satu upaya yang dapat menangkal paham radikal adalah memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan, dengan berpegang teguh pada alat pemersatu bangsa.

“Dengan membangun ketahanan diri, melakukan upaya preventif, pendekatan keagamaan dan  pendekatan idiologis melalui proses pendidikan karakter, berdasarkan nilai- nilai luhur pancasila”, pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments