Sabtu, 30 Mei 2020

UNBK di Sarolangun Diwarnai Mati Lampu dan Gangguan Internet


Selasa, 11 April 2017 | 11:41:37 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

SAROLANGUN - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di Kabupaten Sarolangun, pada hari pertama Senin (10/4) berjalan lancar.

Namun demikian, pada hari pertama UNBK ini, sempat terjadi pemadaman lampu oleh PLN. Beruntung hal ini tidak menghambat pelaksanaan UNBK.

Pj Bupati Sarolangun Arief Munandar SE bersama dinas pendidikan juga menyempatkan diri memantau UNBK. "Alhamudillah UNBK relatif lancar. Intinya tidak ada kendala yang berarti, sehingga ujian bisa terlaksana hingga akhir," ujar Arif Munandar usai memantau UNBK di SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 1 Sarolangun.

Saat UNBK kata Pj Bupati, memang ada sedikit yang membuat kuatir majelis guru. Ini karena sempat terjadi mati lampu selama lebih kurang 20 menit, namun saat itu UNBK sedang masa istirahat.

"Katanya memang sempat mati lampu, tapi waktu itu dalam masa istrahat, kemudian hidup lagi," jelasnya.

Terpisah, Fatimah Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Sarolangun juga mengakui sempat terjadi pemadaman lampu selama lebih kurang 20 menit. "Kita sempat kuatir. Sebab lampu sempat mati sekitar 20 menit pada sesi pertama, tapi pas masuk waktu istrahat. Hasil ujian sudah kita upload ke server pusat, selanjutnya berjalan lancar dan tidak ada insiden lagi," katanya.

Masih kata Fatimah, untuk tahun 2017 ini, UNBK diikuti 152 siswa. Dari daftar hadir, ke 152 siswa yang ikut tersebut absen semuanya.

"Di sekolah kita ada juga dari SMA swasta Alhidayah Sarolangun ada 60 orang siswa dan SMA swasta Hafidz Alfatah Limbur Tembesi sebanyak 36 orang siswa," katanya lagi.

Hal sama juga dikatakan Elizar, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sarolangun Bidang Kurikulum. Hanya saja perbedaannya di sekolah itu terjadi gangguan jaringan internet.

"Di SMA 1 Sarolangun, pada sesi pertama terjadi gangguan jaringan internet yang tidak konek saat ujian berlangsung. Kita tidak tahu penyebabnya. Akibatnya siswa akan melaksanakan ganti hari ujian, yang jelas kita tidak akan merugikan siswa," kata Elizar.

"Jumlah peserta ujian yaitu 223 siswa, dengan rincian 102 siswa jurusan IPA dan 121 jurusan IPS. Seluruhnya siswa SMA 1, tidak ada sekolah yang menginduk ke kita," katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments