Selasa, 21 Agustus 2018

Gaji Belum Dibayar, PHL Pembangunan Asrama Haji Ngadu ke Dewan


Rabu, 12 April 2017 | 14:11:23 WIB


Walikota Jambi Sy Fasha bersama Ketua DPRD Kota Jambi ketika menerima PHL yang mengadukan nasibnya
Walikota Jambi Sy Fasha bersama Ketua DPRD Kota Jambi ketika menerima PHL yang mengadukan nasibnya / Amril Hidayat

JAMBI - Puluhan pekerja harian lepas (PHL) proyek pembangunan Asrama Haji Jambi, Selasa (11/4), mendatangi gedung DPRD Kota Jambi. Kedatangan hampir seratusan PHL ini untuk mengadukan nasib mereka, karena belum menerima pembayaran gaji.

Dari pengakuan dengan pihak dewan terungkap jika PLH tersebut belum menerima pembayaran gaji untuk kurun waktu bervariasi, ada yang satu bulan, dua bulan, dan tiga bulan. Padahal sebelumnya, PHL tersebut selalu menerima pembayaran gaji per minggu, atau paling lambat dua minggu baru dibayar.

“Kalau saya belum digaji per Maret kemarin. Tapi teman yang lain ada yang belum gajian tiga hingga empat bulan,” ujar salah seorang PHL.

Sementara itu Udin, salah seorang mandor dalam proyek yang dibiayai APBN ini mengatakan, kedatangan para pekerja ingin menuntut hak mereka karena merekapun sangat membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

Dijelaskannya, bahwa rata-rata satu orang pekerja dibayar Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per hari. Disebutkan Udin, ada 54 PHL yang dibawahinya, dengan total gaji yang belum dibayar mencapai lebih kurang Rp 64 juta,

“Itu belum kelompok yang lainnya. Karena kita punya kelompok tersendiri,” ujarnya.

Sementara menurut Harahap, mandor yang membawahi sebanyak 30 PHL, kelompoknya juga belum mendapatkan gaji sama sekali. “Kelompok saya juga belum dibayar gajinya,” kata Harahap.

Sementara itu Walikota Jambi Sy Fasha yang kebetulan berada di gedung DPRD Kota Jambi saat PHL mengadu, menyempatkan diri mendengarkan keluhan para pekerja. Menurut Fasha, pihaknya akan meminta instansi terkait untuk menangani hal ini.

“Nanti kita minta dinas terkait menangani hal ini,” kata Fasha.

Adapun Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Aprizal, yang menerima kedatangan para PHL tersebut, meminta pemerintah untuk menindak tegas kontraktor nakal. Ini karena tidak bertanggungjawab dengan pekerjaan yang diberikan.

“Kita akan hubungi dinas terkait dan kita minta perusahaan yang menangani pembangunan gedung asrama haji ini agar ditindak tegas. Inikan masalah perut orang banyak. Hak mereka harus dibayar,” ujarnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments