Selasa, 15 Juni 2021

Soal Jajanan Anak, Disperindagkop Diminta Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 28 April 2017 | 10:52:55 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

MUARABULIAN- Berbagai cara bisa dilakukan para pengedar narkoba untuk memperbanyak para penggunanya. Peredaran narkoba bisa saja berkembang, baik dari pergaulan maupun dari makanan ringan sekalipun.

Saat ini saja, disinyalir sudah ada makanan ringan seperti jajanan anak-anak yang mengandung narkoba. Seperti misalnya, permen dan makanan ringan lainnya. Untuk mengantisipasi semua itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batanghari, mengharapkan agar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Batanghari meningkatkan pengawasan terhadap produk makanan yang dijual di mini market maupun warung-warung kecil di Batanghari.

Selain itu, peredaran narkoba banyak terjadi pada kalangan anak sekolah dan para pekerja di perusahaan. Pada acara rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama dunia usaha dan swasta, di ruang pola kecil kantor Bupati Batanghari Kamis (27/4), Kabid Perdagangan dan Perindustrian Batanghari Suparno SP, mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan pengawasan dan penelitian terhadap semua produk makanan ringan yang dijual di pasaran. "Berbagai cara mereka lakukan untuk menyebarluaskan peredaran narkoba, salah satunya melalui makanan ringan. Kami akan melakukan pengawasan dan penelitian yang meliputi standar mutu barang. Dengan cara tersebut, peredaran narkoba melalui makanan ringan bisa kita kendalikan," kata Suparno.

Soal Jajanan Anak, Disperindagkop Diminta Tingkatkan PengawasanDikatakannya, untuk pengujian barang atau produk yang beredar di pasaran dilakukan dengan cara penelitian atau survei. "Pengujian barang yang beredar dilakukan melalui uji laboratorium yang telah di akreditasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari hasil pengawasan itu akan menjadi bahan untuk diuji dan diteliti, apakah mengandung narkoba atau tidak,"ungkapnya.    

Sudarwansyah, S Pdi, penyidik pemberantasan BNNK Batanghari mengatakan bahwa peran dunia usaha membuat kebijakan yang membangun kondisi tempat kerja bersih dari penyalahgunaan narkoba. Selain itu menjalin komunikasi dengan pihak terkait. Dengan ini, pemerintah daerah kabupaten Batanghari telah menetapkan perda No 21 tahun 2016, tentang pencegahan dan penanggulangan serta pemberdayaan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba. "Apalagi dari kalangan pekerja di perusahaan, saya yakin narkoba banyak beredar di sana. Karena menurut informasinya, pekerja menggunakan narkoba dengan alasan sebagai doping. Untuk pembuktiannya masih sulit. Masalahnya, perusahaan enggan memberikan keterangan, karena mereka takut nama baik perusahaan tercemar,"kata Sudarwansyah.


Penulis: Junaidi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments