Jumat, 7 Mei 2021

Kurang Sosialisasi, Banyak Kartu BPJS Warga Tak Bisa Digunakan


Jumat, 09 Juni 2017 | 10:55:45 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

SAROLANGUN - Jaminan kesehatan seperti BPJS yang wajib dimiliki masyarakat, masih banyak belum diketahui cara penggunaanya di tengah masyarakat.

Buktinya, banyak masyarakat yang sudah memiliki kartu tersebut tidak bisa digunakan saat berobat baik di Puskesmas maupun di rumah sakit.

Penyebabnya masyarakat yang sudah mengurus kartu BPJS hanya membayar angsuran bulanannya saat pertama mengurus saja.

Kemudian pada angsuran berikutnya tidak dibayar lagi.

Bupati Sarolangun H Cek Endra belum lama ini juga mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang kurang mengerti cara penggunaan kartu BPJS.

"Kebanyakan BPJS milik masyarakat itu saat hendak dipakai di rumah sakit tidak bisa digunakan, karena sudah mati,’’ jelas Cek Endra.

Masyarakat dalam hal ini, kata Cek Endra masih banyak yang belum tahu cara penggunaan kartu BPJS. "Soal ini, saya harapkan agar bisa disosialisasi lagi. Agar masyarkat bisa memahami cara menggunakan kartu BPJS tersebut," jelasnya.

Kartu BPJS milik masyarakat biasanya lanjut Bupati, mereka urus pada saat mereka sedang sakit dan hendak berobat ke rumah sakit. Padahal kartu tersebut tidak bisa langsung digunakan.

"Setelah dua minggu sejak keluarnya kartu BPJS baru bisa digunakan. Bukan langsung bisa digunakan. Selain itu, jika angsuran bulanan tidak dibayar maka kartu itu tidak bisa digunakan sebelum dibayar berapa banyak tunggakannya," katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments