Rabu, 21 Agustus 2019

Empat Dampak Kurang Tidur pada Remaja


Selasa, 15 Agustus 2017 | 11:42:03 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

MASALAH kurang tidur, kini menjadi masalah yang serius. Gejalanya sangat mudah terjadi, dengan risiko gangguan kesehatan yang membayanginya, seperti insomnia, hingga terjadinya depresi.

Tak hanya mengancam orang dewasa, gangguan tidur ini juga mengancam para remaja, yang kini perlahan mulai mengalami gangguan tidur.

Lalu, apa efek dari gangguan tidur bagi remaja? Simak ulasannya sebagaimana dilansir dari laman Huffington Post:

Perubahan tingkah laku

Tugas dan pekerjaan rumah yang menumpuk, terkadang mengharuskan para remaja untuk tidur lebih larut dari biasanya. Namun hal ini ternyata berbahaya, karena bisa mengurangi kualitas tidurnya.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa, remaja yang kurang tidur, cenderung akan menjadi tidak fokus, kurang memperhatikan, dan tidak ingin terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam jangka panjang, gangguan tidur ini bisa memengaruhi kesehatan mentalnya.

Kesulitan belajar

Kurangnya kualitas tidur para  remaja, mau tidak mau pasti akan memberikan dampak pada kemampuan belajarnya. Remaja yang kurang tidur, cenderung akan terlihat lemas dan tidak bersemangat saat pelajaran berlangsung. Tak jarang, ada yang memejamkan mata disaat seharusnya mereka belajar. Hal ini tentunya dapat menjadi halangan bagi para remaja menggapai prestasi tinggi di sekolahnya.

Risiko perilaku buruk

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, kualitas tidur yang buruk pada remaja, akan memberikannya risiko melakukan perilaku buruk seperti kekerasan, serta konsumsi narkoba dan alkohol. Dalam jangka panjang, dampaknya bisa meningkatkan terjaidnya risiko kekerasan seksual yang melibatkan anak-anak Anda.

Risiko obesitas

Selain perilakunya yang buruk, dampak kurang tidur juga bisa memengaruhi bentuk badan si anak. Sebab, masalah tidur pada remaja bisa berujung pada risiko terkena obesitas. Selain obesitas, anak-anak yang sangat kekurangan kualitas tidur, juga bisa menderita deabetes tipe 1, yang membutuhkan perawatan khusus.

Para orang tua, tentunya tak ingin risiko diatas terjadi pada anak-anaknya. Untuk itu, tanamkan sebuah sistem dalam pikiran anak Anda, agar selalu mendahulukan pekerjaan rumah, dan tidak berlama-lama bergadang di malam hari. Pengertian dan bimbingan yang Anda berikan, akan membantu para remaja mendapatkan masa depan yang lebih baik.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments