Kamis, 21 November 2019

Di Bathin XXIV, PLN Bongkar 14 Sambungan Illegal


Kamis, 07 September 2017 | 10:48:14 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

MUARABULIAN - PLN Rayon Muara Bulian bersama Tim PL2PL Jambi, membongkar 14 sambungan listrik illegal di Desa Terentang, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Selasa (5/9).

Manager PLN Rayon Muara Bulian, Arlin Sihombing, membenarkan adanya aksi bongkar sambungan illegal listrik tersebut. "Disinyalir mereka melakukan penyambungan arus langsung, tanpa mengisi token," ungkap Arlin, Rabu (6/9).

Arlin menegaskan, aksi nakal pelanggan mencuri aliran listrik telah diketahui sepekan lalu. Informasi ini diperoleh berdasarkan laporan dari petugas resmi PLN. "Berbekal laporan itu, kita turun ke desa yang terdeteksi banyak mendompleng arus tersebut," ujarnya.

Menurutnya, rata-rata pelanggan yang melaksanakan penyambungan langsung tersebut, memiliki alat pengukur listrik sendiri. Diduga mereka ingin menikmati listrik gratis tanpa perlu membeli token.

"Mereka ingin gratis. Padahal sikap seperti itu jelas salah dan bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan dan merugikan orang banyak," beber Arlin.

‘’Selain itu, mendompleng arus secara diam-diam ini, bbisa memicu bahaya kebakaran. Oleh karena itulah, kami mengambil tindakan dengan melakukan pemutusan arus," katanya.

Arlin berharap jika masyarakat ingin menikmati sambungan listrik yang aman dan terpercaya, dipersilakan langsung menghubungi kantor resmi PLN.

Sementara itu, dari 14 warga yang telah dilakukan pemutusan sambungan listriknya, sudah mendatangi pihak PLN Rayon Muara Bulian untuk mengurus pemasangan sambungan sesuai prosedur. "Sudah ada yang mengurus pemasangan sesuai yang kami harapkan," terangnya.

Ditanya apakah ada keterlibatan petugas resmi PLN dalam penyambungan listrik illegal ini? Arlin menjawab, jika terbukti ada, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan. "Saya akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku apabila ada petugas PLN terbukti terlibat, " katanya lagi.


Penulis: Junaidi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments