Sabtu, 19 Oktober 2019

Pelihara Persatuan dan Kesatuan Bangsa dengan Toleransi


Jumat, 08 September 2017 | 09:32:40 WIB


Kegiatan diskusi dan dialog yang digelar FDJ
Kegiatan diskusi dan dialog yang digelar FDJ / istimewa

JAMBI – Forum Diskusi Jambi (FDJ) belum lama ini menggelar diskusi dan dialog bertemakan “Memelihara Persatuan dan Kesatuan Bangsa dengan Menjaga Teleransi”, dengan peserta yang berasal dari tenaga pendidik. Tiga orang narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni dua guru besar Fakultas Hukum Universitas Jambi Prof. Dr. Rozali Abdullah, SH, dan Prof. Dr. Elita Rahmi, SH, MH, serta dosen Universitas Islam Negeri (UIN) STS Jambi Bahren Nurdin, SS, MA.

Dalam pemaparannya Rozali Abdullah mengatakan, terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa salah satunya adalah lewat toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Rozali mengatakan jika toleransi sudah menjadi budaya bangsa sejak zaman dahulu.

Ditambahkan Rozali, toleransi dalam konteks Pancasila yakni dapat menerima adanya suatu perbedaan dan bisa menghargai pendapat orang lain, sehingga terwujud suatu hubungan yang harmonis, selaras, serasi dan seimbang.

“Tanpa adanya toleransi, akan mudah timbul perpecahan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Rozali.

Sementara itu, Elita Rahmi dalam pemaparannya mengatakan, toleransi dan perbedaan adalah dua hal yang memiliki keterkaitan. Dengan adanya toleransi, kata Elita, maka perbedaan yang timbul di tengah masyarakat tidak akan menimbulkan persoalan yang lebih besar.

“Adanya perbedaan dalam kehidupan itu merupakan hal yang wajar. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Salah satunya dengan menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan yang ada,” kata Elita.

Adapun Bahren Nurdin, dalam pemaparannya mengatakan, mengatakan persatuan dan kesatuan bangsa, salah satunya adalah lewat penerapan nilai-nilai toleransi dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Dikatakan Bahren, mengedepankan sikap toleransi dan kerukukan merupakan upaya untuk menangkal terjadinya perpecahan.

Disebutkan Bahren, tenaga pendidik juga dapat berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satunya, dengan menanamkan nilai-nilai tolerasi kepada para anak didiknya.

“Peran tenaga pendidik sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter anak sehingga tidak hanya ilmu saja tetapi memberikan contoh/pemahaman yang baik kepada siswa dengan memperbanyak belajar dan bekerja keras,” tandasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments