Jumat, 21 Februari 2020

Agustus, Nilai Tukar Petani Jambi Naik


Rabu, 13 September 2017 | 11:05:17 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Jambi pada Agustus 2017 sebesar 100.28 atau naik 1,09% dibanding NTP bulan sebelumnya. Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan mengatakan, peningkatan NTP ini dikarenakan indeks harga yang diterima dan dibayar petani naik.

"Indeks harga yang diterima petani naik 1,53% sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,23%," jelas Dadang, Selasa (12/9).

Menurutnya, NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima terhadap indeks harga yang dibayar petani, merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.

"Nilai ini juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP secara relatif, semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani," ujarnya.

Selanjutnya pada Agustus 2017, NTP Provinsi Jambi, untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,94 untuk subsektor tanaman pangan, 91,83 untuk subsektor holtikultura.

Kemudian, 104,09 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat, 100,75 untuk subsektor peternakan, 1003,72 untuk subsektor perikanan yang terdiri dari perikanan tangkap sebesar 111,34 dan perikanan budidaya sebesar 95,54.

Dikatakannya, peningkatan NTP terjadi pada 3 subsektor yaitu holtikultura naik sebesar 0,27%, tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 2,26%, dan peternakan naik sebesar 0,93%.

"Namun terjadi juga penurunan pada 2 subsektor yaitu subsektor tanaman pangan turun sebesar 0,10% dan subsektor perikanan turun sebesar 0,34%,’’ katanya.

Nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) pada Agustus 2017 juga mengalami kenaikan sebesar 1,31% sedangkan indeks BBM naik sebesar 0,22%.

"Peningkatan NTUP Provinsi Jambi yang naik cukup besar pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,1 1%, subsektor peternakan naik sebesar 0,84%, subsektor hortikultura naik 0,83%, dan subsektor tanaman pangan naik 0,08%,’’ katanya lagi.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments