Kamis, 16 Agustus 2018

Kasus Mahpud Berlanjut ke DKPP, Sidang Etik Digelar Lusa


Senin, 09 Oktober 2017 | 22:12:07 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Ancaman Mahpud terhadap tiga anggota Bawaslu Provinsi Jambi periode 2012-2017 bukan isapan jempol belaka. Mahpud yang dianulir sebagai anggota Panwas Kabupaten Batanghari terpilih, resmi melaporkan lembaga pengawasan tersebut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dari website resmi DKPP RI, www.dkpp.go.id, adapun pengaduan bernomor 199/VI-P/L-DKPP/2017, per tanggal 14-09-2017.  Dengan teradu Asnawi, Fauzan Khairazi dan Ribut Suwarsono selaku Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Jambi periode lalu.

Adapun pengadu adalah Mahpud, SPdI (dikuasakan kepada Tengku Ardiansyah dkk dari Law Office Krismanto SH & Associate). Diantara pokok perkaranya adalah, terkait surat Nomor 10/BA/BAWASLU-JBI/VIII/2017 pemberitahuan pembatalan Pengadu sebagai calon anggota Panwas Kabupaten Batanghari dan menetapkan urutan di bawahnya untuk menggantikan Pengadu. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jambi.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi Rivai. Sidang sendiri, kata dia, akan digelar Rabu (11/10) lusa. "Iya, sidangnya tanggal 11 Oktober nanti langsung di DKPP RI," ujarnya, Senin (9/10).

Namun hingga saat ini, kata Asnawi, pihaknya belum menerima undangan resmi untuk menghadiri persidangan kode etik tersebut. Menurutnya, laporan ini merupakan tindak lanjut laporan yang dilayangkan oleh Mahpud atas dianulirnya dia dari anggota Panwas Batanghari terpilih.

Selain dirinya, kata Asnawi, pimpinan Bawaslu periode lalu juga ikut dilaporkan, yakni Fauzan Khairazi dan Ribut Suwarsono. "Kita masih sibuk menyusun laporan untuk menghadapi sidang DKPP," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jambi sudah menggelar pleno pengganti anggota Panwas Batanghari terpilih yang terbukti terlibat kepengurusan partai politik. Hasilnya, Andi Kurnia ditetapkan sebagai pengganti Mahpud.

Mahpud, dibatalkan sebagai anggota Panwas terpilih karena terbukti terlibat dalam kepengurusan partai Demokrat Batanghari. Hal itu diketahui setelah pimpinan Bawaslu melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap sejumlah saksi dan pelopor.


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments