Selasa, 21 Agustus 2018

ASN Banyak Berpolitik Praktis, Sekda Kerinci: Akan Kita Tindak Tegas


Minggu, 03 Desember 2017 | 22:09:49 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KERINCI - Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Menteri Dalam Negeri telah mengirimkan surat edaran meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak ikut politik praktis atau menjaga netralitasnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang.

Surat edaran nomor 273/3772/sj tentang netralitas ASN dan larangan penggunaan fasilitas pemerintah daerah dalam Pilkada. Dalam surat ini, ASN dilarang terlibat dalam kegiatan untuk mendukung calon kepala daerah dengan beberapa cara.

Namun ini sangat berbanding terbalik dengan ASN yang ada di Kabupaten Kerinci. Larangan tersebut seakan tidak menjadi halangan bagi PNS Kerinci. Terutama pejabat di lingkup Pemkab Kerinci yang semakin sibuk sendiri dalam urusan politik praktis.

Sudah jadi rahasia umum ASN, terutama pejabat dan PNS di Kabupaten Kerinci yang selalu ikut terjun langsung berpolitik praktis. "Ya, PNS harus netral, tidak dengan PNS yang ada di Kerinci, mereka secara terang - terangan menyatakan dukungan kepada salah satu balon bupati yang akan maju di Pilkada Kerinci tahun 2018 mendatang," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan kata dia, ada sejumlah PNS yang ikut langsung mensosialosasikan calon yang didukungnya kepada masyarakat. "Kami banyak menemukan PNS yang ikut sosialisasi para calon yang didukung mereka, bukan hanya satu calon, ada beberapa calon bupati," sebutnya.

"Memang setiap Pilkada di Kerinci, PNS selalu ikut politik, tapi tidak ada tindakan yang diberikan oleh pihak terkait, hal ini lah yang membuat PNS berani ikut politik praktis," tambah Eka, warga lainnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kerinci Afrizal HS mengatakan, akan menindak tegas ASN Kerinci yang berpolitik praktis pada pelaksanaan Pilkada Kerinci.

"Bagi ASN yang kedapatan ikut politik akan kita tindak tegas dan kendaraan dinas tidak boleh dijadikan fasilitas politik nantinya," ujarnya.

Selaku ASN kata dia, harus bisa lebih profesional bekerja, tanpa mempedulikan perkembangan saat ini terutama politik. Namun yang jelas yang harus diperhatikan hanya pelayanan publik yang optimal. "Tidak usah urus masalah politik itu sudah ada yang mengurus. Sekarang yang harus diperhatikan kerja-kerja," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci, Adirozal juga meminta kepada ASN untuk netral, dia juga minta kepada masyarakat untuk melaporkan bagi PNS yang ikut politik praktis di Pilkada Kerinci 2018 mendatang.

"Silakan lapor bagi yang menemukan PNS Kerinci yang ikut politik praktis, nanti akan ditindak oleh pihak terkait dan akan diberikan sanksi tegas," katanya.

"Kita ingin Pilkada 2018 mendatang di Kerinci berjalan dengan damai, tidak seperti Pilkada 2008 dan 2013 yang lalu," tandasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments