Sabtu, 22 September 2018

Bangladesh Siap Relokasi Pengungsi Rohingya


Rabu, 06 Desember 2017 | 14:47:33 WIB


/

BANGLADESH - Pemerintah Bangladesh dilaporkan akan melanjutkan rencana relokasi 100 ribu pengungsi Rohingya dari Coxs Bazar ke sebuah pulau dataran rendah bernama Thengar Char. Bangladesh akan menbangun fasilitas di pulau tersebut guna menunjang kehidupan pengungsi Rohingya di sana.

Menteri Perencanaan Bangladesh Mustafa Kamal, seperti dikutip dari laman CNN, dilaporkan telah menyiapkan dana sekitar 278 juta dolar AS untuk melaksanakan program relokasi pengungsi ini. Rencana relokasi ini sendiri telah disetujui Perdana Menteri Bangladesh Shekih Hasinapada pada 29 November lalu.

Pulau Thengar Char memiliki luas sekitar 30 ribu hektare. Pulau ini berjarak sekitar 37 mil dari daratan Bangladesh. Thengar Char dilaporkan merupakan sebuah pulau tak berpenghuni yang kerap dilanda banjir saat hujan deras mengguyur, termasuk ketika musim hujan.

Kendati demikian, Kamal tak mempermasalahkan kondisi pulau tersebut dan menekankan akan memulai pembangunandi Thengar Char. "Meskipun lahannya banjir akibat pasang surut air laut, tapi ini sangat terkendali dengan pekerjaan pengembangan lahan dan perlindunganpantai," katanya, dikutip dari republika.

Sebelumnya, penasihat politik Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, H.T. Imam telah mengatakan, pemindahan pengungsi Rohingya dari Coxs Bazar ke Thengar Char perlu dilakukan mengingat jumlah pengungsi yang berjubel.

"Kami tidak dapat menampung sejumlahbesar orang di daerah kecil Coxs Bazar, di mana kehadiran merekamemiliki dampak buruk terhadap lingkungan, populasi, dan ekonomi," ucapnya akhir November lalu.

Oleh sebab itu, Imam mengatakan proses relokasi ini akan secepatnya dilakukan sambil menunggu proses repatriasi yang telah dicapai pihaknya dengan Myanmar. Jadi secepatnya kita mengalihkan,setidaknya sebagian dari beban (di Coxs Bazar) ke Thengar Char. "Ini akanmeminimalkan masalah," ujarnya.

Saat ini terdapat lebih dari 600 ribu pengungsi di Bangladesh. Mereka melarikan diri dariRakhine, Myanmar, sejak militer menggelar operasi di daerah tersebut pada 25 Agustus lalu. Dalam operasinya, militer Myanmar disebut membantai penduduk Rohingya dan membakar permukimannya.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments