Senin, 16 September 2019

Hakim Bebaskan Lima Terdakwa Perampokan Bersenjata Api


Rabu, 06 Desember 2017 | 21:35:48 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KERINCI-Setelah memvonis bebas Wakil Ketua DPRD Kerinci, Adi Purnomo, terkait kasus perzinahan, kali ini majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungaipenuh kembali memvonis bebas lima terdakwa perampokan dengan menggunakan senjata api di Bedeng VII Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, pada akhir bulan Maret 2017 lalu.
 
Kelimanya adalah, RS (32) Polri, warga komplek Pasar Ikan Lubuk Linggau, CH (38) swasta, warga Lubuk Lintah, AM (33) warga Pinang Merah Pamenang Bangko, Merangin, dan SR (49) swasta, warga Desa Sungai Jambu, Kayu Aro Barat, Kerinci.
 
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sungai Penuh, Dedi Kuswara, yang juga sebagai hakim ketua dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam putusan itu sesuai pertimbangan hakim, lima terdakwa tersebut dinyatakan tidak terbukti bersalah.
 
Menurut dia, dalam persidangan dua hakim anggota mengatakan bahwa keterangan saksi korban dengan saksi lain tidak berkesesuaian atau tidak terbukti. Sedangkan dirinya menyatakan bahwa dari hasil persidangan dan keterangan sejumlah saksi telah terbukti telah melakukan percobaan perampokan dengan mengunakan senpi. Karena ada perbedaan pendapat, maka hakim melakukan musyawarah mufakat.
 
"Dalam desenting opinion menurut pendapat hukum saya itu perbuatan terbukti, sedangkan menurut hakim anggota satu dan dua tidak terbukti. Jadi diambillah suara terbanyak untuk keputusan. Menurut hakim 1 dan 2 tak terbukti dan dinyatakan bebas. Jadi mekanisme pengambilan keputusan hakim dengan suara terbanyak. Karena suara terbanyak, yang tidak terbukti maka itulah yang ditjatuhkan ke terdakwa," ucapnya.
 
Sedangkan Viktor, pengacara lima terdakwa kasus perampokan ini mengaku vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim, karena di dalam persidangan hakim tidak menemukan dua alat bukti yang cukup. Keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sungaipenuh juga berubah-ubah dan tidak saling bersesuaian dengan saksi lainnya.
 
"Dalam persidangan ada saksi yang mengatakan mendengar suara tembakan, sementara saksi lain mengatakan tidak mendengarkan suara tembakan. Sementara itu dalam persidangan alat bukti senjata juga tidak ada, maka majelis hakim berpendapat tidak adanya kepastian keterangan pelaku saat melaporkan ke Polsek Batang Merangin," ujar Viktor.
 
Dia mengatakan, saat melapor ke Polsek Batang Merangin korban tidak menyebutkan ciri-ciri pelaku dan nomor polisi mobil yang digunakan para perampok tersebut. Korban hanya menyebutkan mobil avanza putih bernomor polisi "BG".
 
"Setelah mendapat laporan dari korban, Polres Kerinci langsung meminta kepada Polsek Sungai Manau untuk memberhentikan mobil plat BG warna putih. Dalam penggeledahan tidak ditemukan senjata api dan borgol. Yang ditemukan hanya sangkar beserta burung di dalamnya, dodol dan sirup kulit manis, karena kliennya baru pulang dari ikut lomba dan menjadi juri lomba burung di Kerinci," sebutnya.
 
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejaksaan Negeri Sungaipenuh, Pahmi dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim.
 
"Kita pasti akan mengambil langkah hukum, dengan mengajukan kasasi," kata Pahmi.
 

Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments