Selasa, 23 Oktober 2018

Sejumlah Tempat Ditetapkan Sebagai Daerah Longsor di Jambi


Jumat, 12 Januari 2018 | 10:53:15 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI-Memasuki musim hujan saat ini, ada beberapa daerah di Provinsi Jambi  yang paling rentan terjadi bencana tanah longsor.  Pemerintah Provinsi Jambi telah menerbitkan surat keputusn tentang daerah rawan longsor di Provinsi Jambi.

Bachyuni Deliansyah, Kepala BPBD Provinsi Jambi, menjelaskan bahwa dalam rangka upaya mitigasi risiko gerakan dan membangun kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadapi ancaman gerakan tanah/tanah longsor, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi menerbitkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Tanah Lonsor di seluruh Provinsi di Indonesia untuk periode Bulan Januari hingga Februari 2018.

"Peta tersebut memuat informasi umum wilayah kecamatan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang berpotensi menimbulkan gerakan tanah yang disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika," jelasnya.

Dilanjutkan Deliansyah, peta ini dapat dirujuk sebagai peringatan dini bagi pemerintah daerah maupun masyarakat untuk mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.

"Gerakan tanah ini bervariasi mulai dari rendah, sedang hingga tinggi namun pada bulan ini rata-rata pergerakan tanah tinggi terutama ketika hujan deras," ujarnya.

Diungkapkan Deliansyah, daerah-daerah yang dinyatakan memiliki potensi pergerakan tanah yakni Kabupaten Batanghari di Kecamatan Batin XXIV, Muaro Sebo Ulu dan Mersam dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi.

Lalu Kabupaten Bungo di Kecamatan Bathin II Babeko, Bathin II Pelayang, Bathin III, Bathin III Ulu, Bungo Dani, Jujuhan, Jujuhan Ilir, Limbur Lubuk Mengkuang, Muko-Muko Bathin VII, Pasar Muara Bungo, Pelepat, Pelepat Ilir, Rantau Pandan, Rimbo Tengah, Tanah Sepenggal, Tanah Sepenggal Lintas, Tanah Tumbuh dengan potensi tanah menengah hingga tinggi.

Di Kabupaten Kerinci yakni di Kecamatan Air Hangat, Air Hangat Barat, Air Hangat Timur,  Batang Merangin, Bukit Kerman, Danau Kerinci, Depati Tujuh, Gunung Kerinci, Gunung Raya, Gunung Tujuh, Kayu Aro, Kayu Aro Barat, Keliling Danau, Sitinjau Laut, Siulak, Siulak Mukai dengan potensi gerakan tanah gerakan tanah menengah hingga tinggi.

Kota Sungai Penuh, di Kecamatan Hamparan Rawang, Koto Baru, Kumun Debai, Pesisir Bukit, Pondok Tinggi, Sungai Bungkal, Sungai Penuh dan Tanah Kampung dengan intensitas pergerakan tanah menengah hingga tinggi.

Potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi juga terjadi di Kabupaten Merangin yakni di Kecamatan Bangko, Bangko Barat, Batang Masumai, Muara Siau, Nalo Tantan, Pamenang Barat, Pamenang Selatan, Pangkalan Jambu, Renah Pamenang, Renah Pembarap, Sungai Manau, Sungai Tenang, Tabir, Tabir Barat, Tabir Ilir, Tabir Timur, Tabir Ulu, Tabir Lintas dan Tiang Pumpung.

Di Kabupaten Sorolangun yakni di Kecamatan Air Hitam,  Batang Asai, Batin VIII, Cermin Nan Gedang, Limun, Mandiangin, Pauh,  Pelawan, Sarolangun dan Singkut.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dijelaskan Deliansyah, juga mengalami potensi gerakan tanah namun pada level menengah yakni di Kecamatan Batang Asam dan Renah Mendaluh.

Di Kabupaten Tebo pada Kecamatan VII Koto, Muara Tabir, Rimbo Ilir, Rimbo Ulu, Rimbo Bujang, Sumay,Tebo Ilir,Tebo Tengah, Tebo Ulu dan Tengah Ilir.

"Daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah, sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan," katanya.
"Selain itu pada daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," ungkapnya lagi.

Untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor di daerah-daerah yang telah ditetapkan rawan, Delianyah mengatakan,  bahwa pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/ kota.

"Kita sudah menyiapkan alat berat serta sudah mensosialisasikan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati," pungkasnya.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Herri Novealdi



comments