Minggu, 18 November 2018

Mantan Penasehat KPK: Dampak Korupsi Sampai ke Rumah Tangga


Rabu, 27 Desember 2017 | 13:38:53 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

PEKANBARU- Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2005-2013, Dr. Abdullah Hehamahua menyampaikan bahwa korupsi adalah sebuah bisnis menjanjikan sehingga bisa membuat orang kaya mendadak.

"Seseorang hanya bisa kaya mendadak karena melakukan korupsi. Kalau ada Aparatur Sipil Negara yang punya mobil Mercy, hanya dua kemungkinan, warisan atau korupsi," kata Abdullah, dikutip dari antara.

Hal itu disampaikannya pada diskusi umum dan bedah buku karangannya, "Jihad Memberantas Korupsi". Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam Riau-Kepulauan Riau Pusat Kegiatan HMI/Korps Alumni HMI Riau, Jalan Melayu, Kota Pekanbaru.

Korupsi, lanjutnya tidak hanya dilakukan pejabat tinggi tingkat nasional maupun daerah, namun sudah transnasional, antar negara. Oleh karena itulah korupsi merupakan kajahatan luar biasa yang harus diperangi dengan jihad.

"Dampak korupsi itu juga luar biasa. Tidak hanya soal gangguan negara, tetapi juga mengganggu sampai ke rumah tangga," sambungnya.

Abdullah Hehamahua mengemukakan, dirinya secara sadar memilih diksi "jihad" pada judul bukunya. Diksi tersebut dinilai sangat tepat dan mendalam melihat banyak yang salah kaprah dengan arti jihad.

Menurutnya, ketika orang bicara jihad, selalu dianggap teroris, anti NKRI, anti Pancasila, radikalisme dan seterusnya. Padahal, kata dia, jihad yang paling kecil itu adalah membuang duri di jalan sembari sebuah hadist.

"Apakah ada kata teroris di sana. Membuang duri dari jalan tidak menyangkut tentang teroris, perang dan sebagainya. Tidak bolos kuliah, itu jihad.

Membantu orang lain itu jihad," kata dia.

Oleh sebab itu, dalam melawan korupsi harus dimulai dari melakukan sesuatu yang baik, meskipun kecil. Di samping selalu mencoba konsisten menolak sesuatu yang buruk.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments