Selasa, 23 Oktober 2018

Tuntut Kades Mundur, Warga Koto Tuo Segel Kantor Kades


Selasa, 25 September 2018 | 21:57:05 WIB


Kantor Desa Koto Tuo, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci disegel warga
Kantor Desa Koto Tuo, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci disegel warga / metrojambi.com

KERINCI – Aksi masyarakat Desa Koto Tuo, Kayuaro, Kabupaten Kerinci di kantor Bupati dan Kejaksaan Negeri (Kejari), Senin (24/9) lalu, ternyata masih berlanjut. Massa yang menuntut kadesnya mundur akibat pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan, ternyata juga menyegel kantor Kepala Desanya (Kades).

Penyegelan ini dilakukan puluhan masyarakat karena mereka merasa tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dari Pemkab dan Kejari Sungaipenuh. Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Koto Tuo, Kayuaro, Matsir membenarkan adanya penyegelan kantor Kades yang dilakukan masyarakat.

"Ya penyegelan ini kami lakukan karena sang pengambil kebijakan tidak cepat tanggap dalam masalah ini. Pengaduan ini di pandang sebelah mata, kami meminta kepala desa diberhentikan," sebutnya.

Adapun poin-poin pengaduan masyarakat yaitu laporan pemalsuan tanda tangan, penyusunan dan pengesahan APBDes dilakukan sendiri, SPJ fiktif penggunaan dana desa tahun 2017, penggelapan beras Raskin anggaran tahun 2017 sebanyak 384 sak (1 sak = 15 kg), sedangkan yang di salurkan oleh kepala desa cuma 160 sak.

"Ini lah yang membuat masyarakat geram sehingga turun gunung untuk melakukan orasi yang di pimpin oleh ketua BPD dan Ketua adat," sebutnya.

Sehari sebelumnya, warga menyuarakan aksi protesnya terhadap kebijakan Kades Koto Tuo, Kecamatan Kayu Aro dengan menggelar aksi di kantor Bupati Kerinci dan Kejaksaan setempat.

Salah seorang anggota BPD Koto Tuo menjelaskan, ada banyak alasan bagi pihaknya untuk menggelar aksi demo dan meminta Bupati Kerinci bisa segera mencopot jabatan Kades Koto Tuo, yang dijabat Lahmudin.

"Kami minta Lahmudin dicopot dari jabatannya sebagai Kades Koto Tuo oleh Bupati Kerinci, H Adi Rozal. Karena dia tidak transparan dalam pengelolaan ADD dan Dana Desa," teriak salah seorang pendemo.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments