Rabu, 7 Desember 2022

Zainal dan HTK Calon Kuat Bupati Kerinci, Jika...

Minggu, 31 Desember 2017 | 19:38:43 WIB


Zainal Abidin dan Tafyani Kasim
Zainal Abidin dan Tafyani Kasim / Metrojambi.com

KERINCI - Peta perpolitikan jelang Pilkada Kerinci 2018 kian dinamis. Sejauh ini, baru dua pasangan yang sudah mengantongi syarat dukungan parpol untuk maju di hajatan lima tahunan mendatang, petahana Adirozal-Ami Taher dan Monadi-Edison.

Pasangan Adirozal-Ami Taher sudah mengantongi dukungan PPP dan PAN yang memiliki 7 kursi di DPRD Kerinci. Sedangkan Monadi-Edison sudah mengantongi tiga parpol yakni PDIP, Nasdem, dan Demokrat dengan total 9 kursi di parlemen. Dengan kata lain sudah memenuhi syarat pencalonan yakni 6 kursi parlemen Kerinci.

Di sisi lain, petahana Zainal Abidin dan H. Tafyani Kasim (HTK) masih bergerilya mencari dukungan parpol. Teranyar, Zainal sudah mendapatkan angin segar dari PKB yang memiliki 2 kursi di parlemen. Sementara HTK masih menunggu kejelasan Golkar pemilik 5 kursi.

Di Golkar sendiri, tiga kandidat dipastikan masih rebutan, Monadi, HTK, dan Zainal. Mengingat, ketiganya sama-sama gencar meloby elit partai di DPP Golkar.

Namun, Monadi mendapat angin segar dari DPD I Golkar Provinsi Jambi, karena sejauh ini hanya nama Monadi yang diusulkan ke DPP untuk diusung di perebutan BH 1 DZ di bumi Sakti Alam Kerinci tahun depan.

Lalu partai tersisa lainnya yang bisa mengusung calon yakni Gerindra 5 kursi. Partai besutan Prabowo Subianto ini sudah memberikan sinyal ke Monadi. Namun lagi-lagi petahana Zainal Abidin masih gencar meloby elit politik di tingkat DPP. Mengingat, Zainal Abidin sendiri merupakan suami dari politisi Gerindra yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi dua periode.

Jika Zainal Abidin maupun HTK mendapatkan perahu politik, maka dipastikan kedua kandidat ini akan menjadi calon kuat merebut kursi empuk bupati Kerinci periode 2018-2023 mendatang. Mengingat, kedua kandidat ini merupakan dari wilayah hilir yang basisnya belum disentuh kandidat lain. Karena, duet Adirozal-Ami Taher dan Monadi-Edison sendiri merupakan perpaduan wilayah mudik dan tengah.

Pengamat politik Dony Yusra Pebrianto, menilai bahwa munculnya satu calon dari Kerinci Hilir akan menambah daya dobrak calon untuk menguasai kandang. Apalagi suara di wilayah Kerinci Hilir saat ini berdasarkan daftar pemilih tetap Pilgub 2015 yang lalu merupakan pemilih paling banyak dibandingkan dengan wilayah tengah dan mudik.

“Tentu akan menambah daya dobrak, satu calon dari hilir memang sudah ditunggu-tunggu masyarakat, kalau memang terwujud satu calon dari Kerinci hilir, maka Kerinci hilir bersatu akan terwujud, dan peluang akan menguasai kandang akan terbuka lebar,” kata Dony.

Tidak hanya itu saja, dijelaskan Dony, siapa yang akan menjadi pasangan Zainal Abidin nantinya juga akan sangat berpengaruh.

“Menurut hemat saya, pasangan Zainal Abidin, dari wilayah Kayu Aro lebih tepat, selain hilir memiliki jumlah mata pilih terbesar, kemudian ditambah dengan suara Kayu Aro ditambah lagi dengan suara masyarakat suku Jawa, maka peluang memenangkan Pilbup akan terbuka lebar,” tukasnya.

Untuk diketahui data Pilgub 2015 yang dirilis Idea Institut beberapa waktu lalu diketahui bahwa jumlah mata pilih di Kerinci Hilir sebanyak 37 % dengan jumlah pemilih sebanyak 81.667 pemilih, kemudian untuk Kerinci Mudik sebanyak 27 % dengan angka 59.753 pemilih, kemudian di wilayah Kayu Aro ada etnis jawa dengan jumlah 12 % dengan angka 25.376 pemilih dan terakhir wilayah tengah ada 24 persen dengan jumlah pemilih sebanyak 51.875 pemilih.

Direktur Idea Institut Jafar Ahmad, beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa masyarakat Kerinci Hilir seperti harimau yang tertidur. "Lupa kalau punya basis paling besar, punya jumlah mata pilih yang paling besar itu data Pilgub 2015 yang lalu, apalagi kecenderungan masyarakat tengah itu juga ke hilir, sekarang semuanya baru tahu tentang itu,” kata Jafar Ahmad.

“Selama ini kan anggapannya banyak pemilih mudik dibandingkan dengan hilir, ketika kita survei beberapa waktu yang lalu masyarakat banyak terkejut ketika kIta sampaikan bahwa sebenarnya jumlah pemilih hilir lebih banyak dari mudik,” papar Jafar.


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments