Rabu, 25 November 2020

Jumlah Penduduk Miskin di Jambi Menurun


Selasa, 02 Januari 2018 | 23:01:30 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Dalam kurun waktu Maret sampai dengan September 2017 di Provinsi Jambi terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 7,94 ribu orang yaitu dari 286,55 pada Maret 2017 menjadi 278, 61 ribu orang pada September 2017.

Dadang Hardiwan, Kepala BPS Provinsi Jambi, mengatakan bahwa secara relatif juga terjadi penurunan presentasi penduduk miskin dari 8,19 persen pada Maret 2017 menjadi 7,90 persen pada September 2017.

Menurut dia, selama periode Maret hingga September 2017 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 2,13 ribu  orang dari 120, 62 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 118,49 ribu orang pada September 2017.

"Sedangkan di daerah perdesaan berukurang 5,81 ribu orang dari 165,93 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 160,11 ribu orang pada September 2017," ucapnya.   

Sementara itu, kata Dadang, selama periode Maret hingga September 2017 persentasi penduduk miskin di daerah perkotaan dan pedesaan mengalami penurunan. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 10, 94 persen turun menjadi 10,53 persen pada September 2017. Sementara penduduk miskin di daerah pedesaan juga turut dari 6,92 persen pada Maret 2017 menjadi 6,6 persen pada September 2017.

Menurut dia, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

"Selama periode Maret hingga September 2017 garis kemiskinan naik sebesar 1,74 persen yaitu dari Rp 389,596 per kapita per bulan pada Maret 2017 menjadi Rp 363,361 perkapita perbulan pada September 2017," jelas Dadang.

Dadang mengatakan, dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan terlihat bahwa peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibanding peranan komoditi bukan makanan.

"Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan diantaranya adalah beras, rokok kretek filter, daging sapi, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam ras dan cabai merah. Sedangkan untuk komoditi makan makanan diantaranya adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, perlengkapan mandi dan pakaian perempuan dewasa," ungkapnya.

Pada periode Maret hingga September 2017 indeks kedalaman kemiskinan dan ini keparahan kemiskinan menunjukkan penurunan. Menurut Dadang ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin mengecil.

"Selain itu juga program pemerintah berdampak besar untuk pengentasan kemiskinan," pungkasnya.

Sementara itu pengamat ekonomi Provinsi Jambi, Pantun Bukit, mengutarakan bahwa dengan menurunnya angka kemiskinan di Provinsi Jambi berarti perbaikan pendapatan masyarakat dan beberapa program yang sudah dijalankan oleh pemerintah sangat berdampak bagi masyarakat.

"Indikator BPS terkait angka kemiskinan itu salah satunya pendapatan masyarakat, dan semakin berkurangnya tingkat tulisan berarti program-program yang dijalankan oleh pemerintah berkorelasi positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, diungkapkan Pantun, harga komoditi sudah mulai membaik seperti karet, kelapa sawit dan perbaikan harga komoditi berdampak pada pendapatan masyarakat sehingga meningkatkan income perkapita Nya sehingga pengeluaran juga meningkat.

"Artinya pendapatan masyarakat meningkat dan hal itu juga dipengaruhi oleh infrastruktur terutama infrastruktur jalan," pungkasnya.


Penulis: Sharly
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments