Sabtu, 18 Agustus 2018

Angkutan Udara Andil Terbesar Inflasi Akhir Tahun


Kamis, 04 Januari 2018 | 14:58:36 WIB


Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan
Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan / dok/metrojambi.com

JAMBI - Bulan Desember 2017, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 1,52 persen dan Kota Muara Bungo mengalami inflasi sebesar 0,32 persen.

Laju inflasi tahun kalender Desember 2017 yaitu Kota Jambi 2,68 persen dan Kota Muara Bungo 4,25 persen. Pada bulan ini, laju inflasi year on year akan sama nilainya dengan laju inflasi tahun kalender.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan mengatakan, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi bulan Desember 2017 mulai dari angkutan udara, daging ayam ras, cabai merah, ikan nila, telur ayam ras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, dan beras.

“Angkutan udara menyumbang inflasi yang paling banyak yaitu sebesar 0,4533 persen, diikuti daging ayam ras 0,2785 persen dan cabai merah 0,2358 persen. Sedangkan yang paling sedikit berada pada batu bata, hanya 0,086 persen,” ujarnya.

Jika melihat dari kelompoknya, inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 7 kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,69 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,17 persen.

Kemudian, kelompok perumahan, air, gas, listrik, dan bahan bakar sebesar 0,30 persen, kelompok sandang sebesar 0,14 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,62 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,77 persen.

“Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 1,52 persen, andil terbesar adalah dari kelompok bahan makanan sebesar 0,8654 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,4974 persen,” katanya.

Sementara di Muara Bungo, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi adalah daging ayam ras, angkutan udara, udang basah, jeruk, terong panjang dan cabai rawit.

Jika dilihat dari kelompoknya, inflasi di Muaro Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 3 kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,79 persen,  kelompok perumahan, air, gas, listrik, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, serta kelompok  transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar  0,76 persen.

Sedangkan, 3 kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 0,01 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen. Sementara untuk kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan.

“Dalam pembentukan inflasi Muara Bungo, andil terbesar disumbang oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,1972 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar  0,1073 persen,” sebutnya.

Jika melihat dari perbandingan inflasi antar kota IHK se- Sumatera menunjukkan, bahwa pada bulan Desember 2017 dari 23 kota IHK di Sumatera, seluruhnya mengalami inflasi.

Inflasi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 1,69 persen dan terendah di Kota Metro sebesar 0,23 persen. Sedangkan Kota Jambi dan Kota Muara Bungo masing-masing berada pada urutan ke 2 dan ke 22 se-Sumatera.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments