Jumat, 21 September 2018

Merangsang Desa Wisata Danau Ugo


Rabu, 03 Januari 2018 | 10:18:50 WIB


/

PERGESERAN arah pembangunan yang berpusat pada daerah pedesaan harus dimanfaatkan dengan kreatif oleh masyarakat desa. Konsep desa wisata di beberapa daerah telah terbukti ampuh meningkatkan kunjungan wisata ke sejumlah lokasi di desa yang sebelumnya tidak pernah dilirik oleh wisatawan, sehingga perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Kabupaten Batang Hari ternyata mempunyai “permata alam” yang sangat luar biasa elok nan indah dibalut kearifan lokal masyarakat desa. Masyarakat lokal menyebutnya Danau Ugo, berada di Desa Aur Gading Kecamatan Batin XXIV,  sekira 60 menit menggunakan mobil dari pusat kabupaten. Konon nama ugo berdasarkan keterangan datuk disana  adalah nama orang penemu danau pertama kali.

Potensi wisata yang sangat besar ini tidak boleh dibiarkan ”tidur”. Kita harus terus mengedukasi dan memotivasi masyarakat desa untuk bangun, bersinergi dengan berbagai stake holder menggeliatkan desa wisata yang saya yakin mampu menjadi penggerak roda ekonomi baru di Desa Aur Gading.

Sabtu 30 Desember 2017 kemarin saya sempat berkunjung ke Danau Ugo melihat potensi alam dan kearifan lokal masyarakat disana, serta beruntung bisa berkeliling desa dan danau ditemani Ketua BPD Aur Gading, Datuk Asro HR. kami berdiskusi seputar konsep desa wisata yang saya tawarkan untuk menyulap Desa Aur Gading menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Batang Hari.

Berikut rencana aksi yang saya tawarkan:

Pertama, merubah mindset masyarakat dan semua stakeholder di desa yaitu Kepala beserta perangkat Desa Aur Gading, BPD, pemuda, ibu-ibu untuk bersinergi menyamakan persepsi membentuk dan mengembangkan desa wisata. Menjelaskan manfaat dan keuntungan membentuk desa wisata. Karena dengan pemahaman yang baik dan sense of belonging atau rasa memiliki, konsep desa wisata ini akan berkembang dengan cepat. Hal ini bisa dilakukan dengan penyuluhan dan sosialisasi yang intensif pada masyarakat tentang sadar wisata dan sapta pesona berdasarkan kearifan lokal masyarakat setempat.

Kedua, yang harus dilakukan adalah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yaitu kelembagaan di tingkat desa yang anggotanya terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta mau berperan sebagai penggerak dalam menciptakan iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan dan sapta pesona di desa. Untuk lebih kuatnya lembaga Pokdarwis desa perlu  membuat Peraturan Desa (Perdes) sebagai landasan hukum dalam pengelolaan, pembentukan struktur kelembagaan desa wisata supaya akuntabel transparan dan berazaskan kemanfaatan.

Setelah masyarakat sadar dan terbentuk Pokdarwis maka langkah ketiga adalah memetakan potensi apa saja di desa yang bisa di-eksplore untuk mendukung desa wisata. Misalnya perpaduan antara keindahan danau, kuliner ikan khas desa, tanaman bunga khas desa, kerajinan tangan dan seni budaya yang dibumbui dengan cerita-cerita rakyat atau folklore.

Berdasarkan pengamatan saya di lapangan, beberapa potensi yang bisa dimanfaatkan adalah membuat rute menuju Danau Ugo dan sepanjang jalan tersebut dibuat papan-papan unik bertuliskan seloko-seloko adat sehingga wisatawan juga mendapat edukasi tentang seloko adat yang mencerminkan kearifan lokal yang sekarang hampir punah.

Pertama masuk Desa Aur Gading adrenalin anda akan diuji dengan menyebrangi jembatan gantung yang hanya bisa dilewati menggunakan motor, saya lebih suka menyebut JJB atau Jembatan Jantung Bergoyang.

Bagi anda adventure sejati sensasi jembatan ini pasti anda sukai. Setelah itu anda akan menyusuri kebun dan rumah-rumah warga desa dan mulai memasuki perkebunan karet.

Rimbun hijau dan berjajar rapi pohon-pojon karet di sepanjang jalan menuju danau merupakan kekhasan tersendiri. Hal ini bisa juga dimanfaatkan sebagai agrowisata menyadap karet yang saya yakin sangat  memberikan pembelajaran yang mengasikkan bagi wisatawan, dengan diajak langsung melihat bahkan memegang pisau secara langsung dan membuat guratan dipohon karet dan mengumpulkan tetesan karet ke wadah.

Selain itu Pokdarwis bisa menyewakan sepeda ontel pada wisatawan untuk berkeliling danau menyusuri pepohonan karet sembari menikmati udara sejuk danau ugo serta membuat spot-spot foto yang unik di sekitar pohon karet untuk memanjakan netizen/masyarakat digital jaman
now.

Selain pohon karet, ternyata di sekitar danau juga terdapat kebu-kebun durian milik warga. Di musim durian seperti ini paling asyik “ngadang durian” atau menunggu durian jatuh langsung di kebun dan dinikmati di sekitar danau merupakan surga wisata dan memberikan sensasi tersendiri bagi para pecinta durian.

Berdasarkan sapta pesona bersih dan indah, maka masyarakat desa juga harus mulai merapikan dan rumah-rumah di sepanjang jalan menuju danau dengan menamam bunga-bunga khas /endemik Desa Aur Gading sehingga mempercantik dan memanjakan mata wisata saat menyusuri perkampungan warga.

Rumah panggung khas Desa Aur Gading yang berada di jantung perkampungan warga juga bisa menjadi spot destinasi yang wajib dikunjungi. Wisatawan tidak hanya diajak menikmati wisata alam tetapi ada unsur budaya dan mempelajari  kearifan lokal desa.

Di area Danau Ugo, tepian danau harus dirapikan dengan membuat pedestrian bagi wisatawan untuk berjalan kaki menikmati pemadangan dan udara sejuk, serta disediakan kursi, ayunan dan spot-spot foto unik yang semuanya berbahan alami dari tumbuhan di sekitar danau seperti bambu, kayu, ilalang dsb. Perahu lokal masyarakat juga dapat disewakan bagi wisatawan untuk merasakan sensasi mendayung mengelilingi danau dengan keamanan yang memadai (rompi pelampung). Bagi yang hobi memancing, saya yakin tidak akan melewatkan spot mancing Danau Ugo. Sensasi strike ikan lambak menunggu anda para mancing mania.

Capek berkeliling dan lapar? Ternyata di Danau Ugo sangat melimpah ikan yang sangat khas yaitu ikan lambak yang konon hanya ada disana dan rasanya sangat manis. Warga dapat membuka warung makan dengan sajian tradisonal dibakar dengan sajian dan bumbu khas Desa Aur Gading..hmmm...menggiurkan bukan?

Keempat, masyarakat harus mulai dibiasakan mempraktikkan konsep dasar wisata yaitu sapta pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan). Wisatawan yang datang harus merasa aman dan tidak takut akan tindak kejahatan dan bahaya alam yang terjadi.
Jalan masuk desa sampai ke lokasi wisata harus bersih dan rapi, ada tempat parkir, musala, toilet umum yang bersih dan terawat dan yang paling penting adalah keramahtamahan masyarakatnya.

Kelima, infrasruktur dasar juga harus dibangun, tidak harus aspal mulus, jalan tanah keraspun tidak masalah biar terasa adventurenya asal mulus dan ada penunjuk jalan yang jelas terpasang. Bila wisatawan ingin menginap maka homestay menjadi pilihan penginapan yang tepat, manfaatkan rumah tradisional penduduk yang penting MCK-nya bersih dan air lancar. Atau bagi anda para komunitas-komunitas pemuda, tersedia juga camping area. Anda dapat gathering memupuk kebersaamaan bersama genk anda di tepi danau dengan permain-permainan icebreaking dan outbond.

Keenam, membuat paket desa wisata yang berisi profil desa mulai dari arah jalan menuju desa, biaya transportasi dan akomodasi serta rute kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, diceritakan secara menarik dan menggugah selera melalui website desa dan mempromosikan lewat dunia maya secara masif.

Masalah dana bagaimana? Apabila pemerintah daerah belum terlalu serius menjadikan priorotas pembangunan, maka jangan manja menunggu perhatian atau bahkan dana dari pemerintah, prosesnya lama.

Saatnya desa harus Aktif, Kreatif, Inovatif dan Komunikatif (AKIK) mengelola desanya dengan memanfaatkan Dana Desa sendiri (APBDes). Saya yakin dengan niat dan keseriusan Desa Wisata Aur Gading dengan destinasi unggulan Danau Ugo akan menjadi primadona masyarakat Jambi dalam menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga. 


Penulis: Mochammad Farisi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments