Minggu, 5 Juli 2020

Dua Tahun Memimpin, Zola-Fachrori Raih 15 Penghargaan

Infrastruktur, Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Jadi Fokus Utama

Jumat, 05 Januari 2018 | 22:42:30 WIB


Gubernur Jambi Zumi Zola dan Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar
Gubernur Jambi Zumi Zola dan Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar / metrojambi.com

JAMBI – Esok hari bertepatan dengan 6 Januari 2018, Provinsi genap berumur 61 tahun. Di usai yang tak lagi muda, berbagai macam pembangunan telah dilakukan pemerintah secara berkesinambungan oleh Gubernur Jambi, H Zumi Zola STP MA dan Wakil Gubernur Jambi Dr Drs H Fachrori Umar MHum, serta gubernur-gubernur sebelumnya.

Hampir dua tahun Zola-Fachrori memimpin Provinsi Jambi. Dengan visi misi Jambi Tuntas 2021, Gubernur dan Wagub terus membangun, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pariwisata dan lainnya.

Tahun ini, peringatan HUT mengambil tema ”Dengan HUT ke 61 Provinsi Jambi Kita Tingkatkan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan yang Berkelanjutan, Menuju Jambi Tuntas 2021”.  Menurut Zola, ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan inilah yang tidak akan banyak terimbas dengan goncangan ekonomi global tersebut.

“Karena itu, kita perlu mengedepankan penumbuhan iklim usaha yang kondusif, yang berpihak kepada ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Selama 2017, jelas Zola, pertumbuhan ekonomi Jambi cukup baik, yakni mencapai 4,32 persen di triwulan ke III 2017. Diperkirakan pada triwulan IV-2017 berada pada kisaran 4,74 persen-5,14 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka Jambi, pada Agustus 2017 mencapai angka 3,87 persen. Angka ini, lebih baik dibandingkan kondisi Agustus 2016 yaitu 4,00 persen.

Demikian pula kinerja penurunan kemiskinan juga memperlihatkan perbaikan, ditunjukkan dengan persentase penduduk miskin yang mengalami penurunan dari 8,37 persen pada September tahun 2016 menjadi 7,90 persen pada September 2017. Angka kemiskinan Provinsi Jambi juga lebih rendah, jika dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional yang tercatat 10,64%.

Pemprov juga sudah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2018 sebesar Rp 2,243 juta atau naik 8,7% dari tahun 2017. Sedangkan laju inflasi 2017 masih terkendali di angka 2,68 persen.

Gubernur Zola mengatakan, untuk pelaksanaan visi misi hingga tahun kedua kepemimpinannya bersama H Fachrori Umar, pihaknya fokus pada 6 Misi pembangunan.

Misi pertama yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik. Guna mewujudkan misi ini, kami telah banyak melakukan pembaruan khususnya dalam peningkatan kelembagaan dan sumberdaya aparatur, serta berbagai sistem pendukung lainnya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, atas laporan keuangan pemerintah Provinsi Jambi, yang pada tahun 2017 untuk kelima kalinya diberikan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP”.

Lalu misi kedua, yaitu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamis dan berkesetaraan gender. Untuk itu, jelas Zola, pada pendidikan telah melakukan berbagai upaya, diantaranya wajib belajar menjadi 12 tahun, serta mengurangi jumlah angka putus sekolah.

“Kita juga berikan bantuan beasiswa untuk 15.000 orang selama 5 tahun,” ujarnya.

Dibidang kesehatan, Pemprov juga sudah meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan, peningkatan SDM tenaga kesehatan (beasiswa dokter spesialis) serta peningkatan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin.

“Pada tahun 2017, kita juga telah mengintegrasikan masyarakat miskin ke BPJS melalui program jaminan kesehatan daerah sebanyak 14.450 jiwa dan telah merujuk pasien tidak mampu sebanyak 36 orang ke Rumah Sakit Rujukan Nasional melalui kegiatan dukungan pelayanan kesehatan masyarakat tidak mampu,” katanya.

Selain itu, guna peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Raden Mattaher, mulai tahun 2017 telah membuka pusat layanan Cardiac, Pusat layanan Rhinology dan emergency call serta ambulance gratis untuk masyarakat Kota Jambi.

“Kita juga patut bersyukur, karena produktivitas tenaga kerja Jambi tahun 2017, sampai saat ini mencapai angka 78,20 atau berada diurutan 8 nasional. Ke depan kita harus kerja keras untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja yang terampil dan mandiri, sesuai tuntutan dan prioritas MEA, dengan kesepakatan yang tertuang dalam Mutual Recognition Arrangements (MRA),” ungkap Zola.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments