Minggu, 16 Desember 2018

Beras Kualitas Medium Alami Kelangkaan


Kamis, 11 Januari 2018 | 10:40:16 WIB


Operasi pasar beras oleh Bulog
Operasi pasar beras oleh Bulog / Sharly Apriyanti

JAMBI –Provinsi Jambi saat ini temgah mengalami kelangkaan beras kualias medium. Kalaupun ada, harganya melambung menjadi lebih dari Rp 10 ribu per kilogramnya. Hal ini diakui oleh Ariansyah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi.

Dia mengatakan, kelangkaan ini disebabkan karena produksi beras kualitas medium sudah sangat berkurang. Sehingga pasokan juga tak masuk ke pasaran.

"Kami bersama tim Satgas Pangan sudah turun ke distributor-distributor, memang tidak ada beras kualitas medium. Adanya premium. Kalaupun ada, sangat sedikit dengan harga lebih dari Rp 10 ribu per kilogramnya," katanya.

Ariansyah juga menjelaskan bahwa produsen beras saat ini menaikkan kualitas beras yang akan dipasarkan. Dia menjelaskan, beras kualitas premium tidak lagi diproduksi, karena marginnya sangat berselisih jauh.

"Petani adalah sentra produksi padi, kemudian padi digiling menjadi beras. Distributor-distributor membeli beras di penggilingan. Mereka kemudian mengolah beras tersebut sampai bersih, tidak patah-patah, kandungan air sesuai dengan standar kualitas beras premium. Mereka tak memproses beras sampai medium lagi," katanya.

Operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah bersama Bulog, menurutnya adalah cara untuk menstabilkan harga beras medium tersebut. Sehingga kalangan ekonomi ke bawah masih bisa belanja beras dengan harga yang murah.

Menurutnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium adalah Rp 9.950. melalui operasi pasar, harga  beras tersebut dijual menjadi Rp 9.450 perkilogram. Program operasi pasar ini akan berlangsung hingga 31 Januari mendatang.

Diungkapkannya lagi,  beras-beras dari Bulog, akan disalurkan ke distributor-distroibutor. Kemudian pihak distributor akan mengemas ulang beras tersebut menggunakan karung berisi 20 Kg.

"Mereka bisa kasih brand toko mereka, namun harus ditulis beras Bulog HET Rp 9.450 untuk Provinsi Jambi. Harga ini berlaku hingga ke tingkat pengecer," katanya.

Sebanyak 2000 ton beras kualitas medium ini akan terus digelontorkan secara bertahap ke distributor. Dan distributor harus melaporkan setiap hari berapa beras medium yang terjual.

"Tidak akan ada penimpunan, karena mereka setiap hari melaporkan. Berapa beras yang masuk ke mereka, harus habis dulu, baru bisa ditambah lagi. Toko-toko wajib membuat spanduk mengenai mengenai ketersediaan beras medium dari Bulog tersebut," katanya.  

Terkait dengan harga kebutuhan pokok lainnya, Ariansyah mengaku ada sedikit kenaikan harga pada cabai dan ayam. Dimana saat ini cabai merah berada di harga Rp 40 ribu per kilogramnya. Harga tersebut disebabkan oleh faktor cuaca.

Kemudian, kenaikan juga terjadi pada ayam, yang mencapai Rp 42 ribu per kilogramnya. Ini cukup tinggi, karena harga biasanya yang ideal hanya Rp 35 ribu per Kilogramnya.

"Penyebabnya karena pasokan ayam dari peternak berkurang, belum panen," pungkasnya. 


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments