Selasa, 23 Oktober 2018

KPU Gugurkan Pencalonan Pasangan Suami-Istri untuk Walikota Padang


Jumat, 12 Januari 2018 | 16:51:14 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

PADANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Sumatera Barat, menggugurkan pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang jalur perseorangan, Syamsuar Syam dan Misliza.

Keduanya digugurkan karena tidak melengkapi persyaratan surat keterangan laporan harta kekayaan. Awalnya pasangan yang juga merupakan suami istri itu datang ke KPU Kota Padang didampingi lima orang.

"Kami sudah menggugurkannya, karena surat yang dikeluarkan KPK tersebut merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi," kata Komisioner KPU Padang, Yusrin Trinanda di Padang.

Menurutnya, Syamsuar Syam dan Misliza tidak bisa ikut pada pilkada Padang 2018 meskipun melengkapi persyaratan itu hari ini karena pendaftaran sudah ditutup.

Jika mereka tidak menerima keputusan ini, kata dia, KPU mempersilakan keduanya untuk berkoordinasi dengan panitia pengawas pemilu (Panwaslu).

Dia mengatakan, KPU sudah memenuhi syarat dan melakukan sesuai aturan dan standar yang sudah ada, kecuali ada surat tanda dari KPK bahwa laporan harta kekayaan yang bersangkutan sedang dalam proses.

"Jadi selama pendaftaran kami hanya menerima dua pasangan calin yakni Mahyeldi-Hendri Septa dan Emzalmi-Desri Ayunda," kata Yusrin.

Sementara Pengamat Politik dari Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat, Dr Eka Vidya menilai KPU Pusat perlu membuat aturan mengenai pasangan suami istri yang mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Jika terpilih dan menjabat, maka praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) terbuka lebar," katanya.

Memang tidak ada aturan yang melarang hal tersebut, ujarnya baik dari undang-undang maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun jika menjabat akan ada banyak permasalahan yang muncul, salah satunya KKN itu.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments