Selasa, 23 Oktober 2018

Kepala Badan Ketahan Pangan: BPOM Bangun Kantor di Sungai Penuh


Sabtu, 13 Januari 2018 | 10:52:34 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SUNGAIPENUH-Peredaran makanan kedaluwarsa, habis masa berlaku dan dalam kemasan rusak serta obat-obatan dan penyalahgunaan obat atau pencampuran obat tanpa izin kerap ditemukan di wilayah Kota Sungai Penuh. Bahkan pada saat razia dilakukan minimarket sudah mendapat teguran. Namun pengawasan ini tidak begitu efektif.

Untuk mengawasi peredaran makanan maupun obat ilegal tersebut, di Kota Sungai Penuh akan dibangun kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sungai Penuh.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh, Herman, mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada penandatanganan dengan BPOM Jambi, Pemkot Sungai Penuh dan pemerintah pusat untuk membangun kantor BPOM di Sungai Penuh.

"Saya sudah mendatangi kantor BPOM sebentar lagi akan ada MoU untuk membangun kantor di Sungai Penuh. Karena petugas BPOM sudah kita minta dari Jambi. Tapi belum ada yang menetap di Sungai Penuh," katanya, Jumat (12/1).

Dia mengatakan, di Indonesia secara keseluruhan ada 40 daerah yang akan dibangun kantor BPOM. Satu diantaranya yakni di Kota Sungai Penuh.

Sedangkan lokasi untuk pembangunan BPOM akan dipusatkan di dekat rumah sakit khusus di arah jalan puncak Sungai Penuh. Karena sesuai persyaratan Pemkot sungai penuh hanya menentukan lokasi bangunan. Sedangkan soal biaya dan lainnya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui BPOM "Kita hanya menyiapkan lokasi saja. Anggaran biaya ditanggung oleh pemerintah pusat,"  katanya.

Dengan adanya kantor BPOM nanti diharapkan dapat mencegah peredaran makanan maupun penyalahgunaan obat ilegal. Nantinya BPOM akan melakukan pengawasan ke minimarket dan audit ke setiap apotek atau toko obat untuk mencegah oknum yang menjual obat-obat ilegal tersebut.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi



comments