Kamis, 16 Agustus 2018

Petugas Temukan Barang Diduga Alat Hisap Sabu di Rutan Sungaipenuh


Senin, 23 Juli 2018 | 07:41:45 WIB


Barang temuan hasil penggeledahan di Rutan Sungai Penuh
Barang temuan hasil penggeledahan di Rutan Sungai Penuh / Dedi

SUNGAIPENUH  - Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Wahid Husen, dan suami Inneke, Fahmi Darmawansyah, membuat Kementerian Hukum dan HAM tersentak.

Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jambi Berdasarkan Surat Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-KP. 04.01-148 dalam rangka penertiban fasilitas yang ada di kamar hunian dan lingkungan dalam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), Minggu malam (22/7) melakukan penggeledahan blok hunian Lapas dan Rutan se-provinsi. 

Kantor Wialayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jambi mengadakan penggeledahan di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan di Rumah Tahanan (Rutan) Sungai Penuh yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Sungai Penuh dan didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kerinci. 

Pantauan di Rutan Sungai Penuh, terlihat puluhan petugas gabungan dari Rutan dan Imigrasi melakukan penggeledahan narapidana dan ruang tahanan di Rutan Sungaipenuh, pengeledahan ini dimulai sekitar pukul 21.30 WIB. 

Dalam penggeledahan petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang masuk Rutan seperti kabel listrik, cas HP, headset, penjepit kuku, obat - obatan, kartu remi, domino, sendok, kompor gas mini, gunting, pisau karter, alat cukur kumis, jarum, korek api. Selain itu petugas juga menemukan botol yang diduga bong untuk alat isap narkoba dan uang mulai dari puluhan ribu sampai dengan ratusan ribu. Uang tersebut langsung diamankan oleh petugas. 

"Penggeledahan blok hunian Intruksi dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI 22 Juli 2018, Kita malam ini melakukan pengeledahan secara serentak di Lapas dan Rutan se-provinsi," kata salah satu petugas kepada para narapidana, sebelum melakukan penggeledahan.  

Sementara itu, Kepala Rutan Sungai Penuh, Eko Arif Setiawan mengatakan, penggeledahan malam ini menindaklanjuti Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI 22 Juli 2018 terkait dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kalapas Sukamiskin.

 "Sebenarnya yang kita razia adalah ruang tahanan yang tidak sesuai standar/mewah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jakarta," jelasnya. 

Namun dalam penggeledahan, lanjut Arif, petugas menemukan benda yang dilarang masuk ke Rutan yakni HP, kabel listrik, cas HP, headset, penjepit kuku, obat -obatan, kartu remi, domino, sendok, kompor gas mini, gunting, pisau karter, alat cukur kumis, jarum, korek api dan lainya. 

"Barang - barang yang ditemukan, kita sita dan tidak dikembalikan, kecuali uang, akan kita kembalikan ke keluarga," sebutnya. 

Ditanya terkait bisa masuknya barang - barang yang dilarang tersebut masuk ke Rutan Sungaipenuh, Arif mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut. 

Dia menyebutkan jika ada anggotanya yang bermain, maka akan disanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. "Nanti kita akan tindaklanjuti dengan banyaknya temuan tersebut, botol yang ditemukan petugas kita belum bisa memastikan itu bong atau alat isap sabu - sabu, kita masih mendalami dulu," ungkapnya. 


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi



comments