Selasa, 13 November 2018

Sungai Batanghari Tercemar, Sekda Minta Pamsimas Lebih Teliti


Selasa, 23 Oktober 2018 | 15:57:38 WIB


Sekda Provinsi Jambi M Dianto saat memberikan sambutan
Sekda Provinsi Jambi M Dianto saat memberikan sambutan / Rina

JAMBI - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto, mengemukakan bahwa pemerintah bekerja sama dengan seluruh pihak terkait terus berusaha meningkatkan penyediaan air minum dan sanitasi kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Dianto ketika membuka Lokakarya Peningkatan Kapasitas Tim Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) bagi Kabupaten se Provinsi Jambi di Hotel Ratu, Kota Jambi, Selasa (23/10).

Dianto menyebutkan, lokakarya tersebut merupakan momentum penting dalam pembangunan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, dalam upaya mempercepat pencapaian universal akses atau 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi yang layak pada tahun 2019.

"Kita menyadari bahwa penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi yang berada pada wilayah Kabupaten adalah merupakan wewenang dan tanggung jawab pemerintah Kabupaten, oleh karenanya Pemerintah Kabupaten perlu memiliki kebijakan, Strategi, Program/Kegiatan, dan Investasi agar Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna mencapai target RPJM tahun 2019,” ujarnya.

Dianto juga menambahkan bahwa Rencana Aksi Daerah Bidang Air Minum dan Penyerahan Lingkungan (RAD AMPL) merupakan Rencana Daerah dalam penyediaan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk periode 5 tahun.

Dan juga berperan sebagai rencana pengembangan kapasitas daerah untuk perluasan Program Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan menjadi acuan program dan kegiatan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pengembangan Program AMPL.

"Harapannya hasil penyusunan RAD AMPL ini dapat digunakan dalam menyelenggarakan pengembangan Air Minum dan Sanitasi di Daerah, sehingga kebijakan dan Strategis Daerah mengenai Pengembangan Sistem yang baik berbasis lembaga maupun yang berbasis masyarakat dapat didorong oleh Pemerintah Kabupaten dengan mengakomodir kebijakan sebagaimana yang tertuang dalam RAD AMPL, sehingga target Universal Akses dapat tercapai,” tuturnya.

Lebih lanjut Dianto mengatakan, Sungai Batanghari saat ini sudah tercemar. Maka dari itu, ia meminta agar karena Pamsimas harus lebih teliti.

"Secara kasatmata sungai Batanghari kita tercemar, Oleh karena itu, kegiatan Pamsimas agar lebih teliti dalam mengelola peningkatan bahan baku air minum yang kita salurkan untuk masyarakat, dan Kegiatan sanitasi ini harus digerakkan, disosialisasikan kembali karena akan berdampak positif bagi masyarakat,” tandasnya.


Penulis: Rina/mg1/mg3
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments