Rabu, 24 April 2019

Pemkot Jambi Punya 24 Hektare untuk TPA Baru


Rabu, 24 Januari 2018 | 22:45:22 WIB


ilustrasi
ilustrasi / metrojambi.com

JAMBI - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi telah menyediakan lahan seluas 24 hektare yang akan digunakan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang baru. Nantinya TPA tersebut akan mampu menampung sampah padat hingga 20 tahun yang akan datang.

Hal ini dikarenakan, TPA Talang Gulo saat ini sudah hampir overload. Bahkan perharinya produksi sampah mencapai 1.500 kubik perhari. Dikhawatirkan TPA dalam waktu dekat tidak akan bisa lagi menampung sampah yang di produksi setiap harinya.

Menurut Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Syafruddin, kondisi TPA Talang Gulo saat ini sudah mendekati overload. Diperkirakan TPA yang dibangun sejak tahun 1997 dengan luas 9,7 ha ini hanya mampu menampung sampah kurang dari setahun.

"Kita sudah menyiapkan lahan 24 hektare. TPA akan menggunakan sistem sanitary landfill yang nantinya untuk mengantisipasi melimpahnya limbah padat," katanya.

Ia mengatakan bahwa sistem sanitary landfill merupakan sistem pemusnahan sampah yang tidak membutuhkan areal yang besar. Hanya butuh sekitar 10 hektare lahan untuk memusnahkan sampah dengan sistem tersebut.

Selain itu, TPA tersebut membutuhkan dana sebesar Rp240 miliar yang berasal dari bantuan Bank Pembangunan Jerman. "Pembelian lahan sudah dilakukan sejak lama. Untuk pembangunan ini membutuhkan anggaran 240 miliar yang merupakan bantuan dari Bank Pembangunan Jerman," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah pusat sudah melayangkan surat tender untuk proyek tersebut. Tender tersebut dilaksanakan dengan skala internasional. Sementara itu, Ardi, Kepala DLH Kota Jambi, membenarkan bahwa tahun ini akan dibangun sekitar 24 hektare untuk TPA kota Jambi.

"Lokasinya ada di depan TPA Talang Gulo," ujar Ardi. Pembangunan TPA tersebut juga mendapat bantuan sebesar Rp240 miliar dari Bank Pembangunan Jerman. Pembangunan tersebut nantinya akan dibangun dengan sistem sanitary landfill.

"Baru-baru ini sudah dilakukan lelang dan tender, pembangunannya nanti merupakan pembangunan internasional," ujarnya.

Selanjutnya ia juga menyebutkan bahwa produksi sampah saat ini mencapai 1500 kubik perhari. "Kita berharap pembangunan ini bisa menampung sampah hingga 20 tahun ke depan," ujarnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyala


TAGS:


comments