Minggu, 23 September 2018

Pelaku Pungli Catut Nama Bupati Kerinci dan Kabid Pengelolaan Pasar


Minggu, 11 Februari 2018 | 20:55:01 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KERINCI – Praktik pungutan liar (pungli) hingga saat ini masih terjadi di sejumlah pasar tradisional yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci. Bahkan pelaku berani mencatut nama Bupati Kerinci, Adirozal, dan Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kerinci, Maya Novefry, untuk meminta uang kepada pedagang.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, pungli dilakukan oleh salah satu oknum. Modus yang dilakukan berberda-beda, bahkan ada yang langsung mendatangi pedagang ke rumahnya.

“JIka tidak bayar, mereka (pelaku, red) berani datang ke rumah untuk menagih,” ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Minggu (11/2/2018).

Ditambahkannya, pegadang sudah sering menolak dengan mengatakan jika Bupati Kerinci maupun Kabid Pasar tidak pernah menyuruh memberikan uang selain restribusi resmi yang telah ditetapkan. Hanya saja, kata pedagang tersebut, pelaku tetap ngotot meminta uang, bahkan dengan cara mengancam.

“Ketika kami (pedagang, red) keras, oknum tersebut juga keras. Bahkan mengancam kami,” tandasnya.

Sementara itu, Maya Novefry saat dikonfirmasi mengatakan pemberian kunci kios dan SPT kepada pedagang didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kerinci Nomor 21 tahun 2011 tentang pajak daerah dan retribusi. Maya juga membantah jika dirinya memerintahkan memungut biaya tambahkan, bahkan ia meminta menyarankan agar pedagang melaporkan praktik pungli tersebut kepada pihak berwajib.

“Pedagang kios cuma membayar retribusi Rp 2.000 per m3. Hanya Rp 720 ribu per tahun. Jika ada yang melakukan pungutan lebih dari itu, silakan laporkan kepada pihak berwajib. Itu ulah oknum-oknum yang tidak jelas,” tegas Maya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments