Jumat, 17 Agustus 2018

Kisah Penemuan Bocah yang Dibuang ke Kebun Sawit oleh Orang Tuanya


Senin, 12 Februari 2018 | 21:49:33 WIB


Petugas kepolisian saat mengintrogasi Rk, bocah 9 tahun yang sengaja dibuang orang tuanya di perkebunan kelapa sawit
Petugas kepolisian saat mengintrogasi Rk, bocah 9 tahun yang sengaja dibuang orang tuanya di perkebunan kelapa sawit / Ade Sukma

MUARATEBO - Entah apa yang ada di pikiran orang tua dari bocah yang berinisial Rk (9), warga Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, yang tega membuang putranya di perkebunan sawit warga yang berada di Desa Teluk Rendah Ulu.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Indrawati (14), pada Senin (12/2/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Rk ditemukan di pemukiman warga Pangkal Bloteng. Saat ditemukan, si anak dalam keadaan sehat dengan memakai baju merah les hitam, celana pendek warna hitam, dan membawa tas yang berisi pakaian serta uang 50 ribu rupiah.

Terkait penemuan bocah, Kepala Desa Teluk Rendah Ulu, Ahmad Fauzi, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa menurut pengakuan RK tersebut dia sengaja dibuang oleh orang tuanya di kebun sawit.

"Saya mendapat laporan warga bahwa ada warga menemukan bocah laki-laki di tengah kebun sawit yang berjarak 2 Km dari RT 07 Dusun Pangkal Bloteng yang dibekali baju di dalam tas berwarna merah," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini bocah tersebut sudah diamankan warga di salah satu warung di RT 07 Dusun Pangkal Bloteng dalam keadaan selamat serta sudah diberi makan dan minum oleh warga sekitar.

"Kejadian itu sudah saya kasih tahu ke kades Tuo Ilir maupun pihak kepolisian," ucapnya.

Saat ditanya siapa nama kedua orang bocah tersebut, Ahmad mengatakan bahwa ibunya berinisial As dan ayahnya berinisial Mh. Kedua orang tua bocah itu asli warga Desa Tuk Ilir, Kecamatan Tebo Ilir.

Sementara itu, dari pengakuan ayahnya yang berinisial Mh (40), mengatakan bahwa ini sebagai efek jera saja karena sudah terlalu nakal, dan sering mencuri. "Bahkan duit saya pun sering diambilnya," ungkap Mh, saat dimintai keterangan.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments