Jumat, 17 Agustus 2018

Provinsi Jambi Masih Kekurangan Tenaga Guru


Senin, 12 Februari 2018 | 22:02:33 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Saat ini provinsi Jambi masih kekurangan tenaga pengajar yakni guru dikarenakan setiap bulannya guru ada yang pensiun. Hal ini dikatakan oleh Agus Herianto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi.

Dia mengatakan, setiap bulannya ada guru yang pensiun namun selama hampir 5 tahun belum ada pengangkatan guru. "Karena kan guru juga termasuk ikut moratorium CPNS," kata Agus, Senin (12/2/2018).

"Kita harapkan dengan kurangnya tenaga pengajar ini pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk menerima CPNS. Terserah kebijakan pusat, apakah dengan mengangkat tenaga honorer yang ada ataupun melakukan seleksi secara terbuka," ucapnya lagi.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi saat ini jumlah guru di Provinsi Jambi baik PNS dan non PNS di satuan pendidikan SMA/SMK dan SLB mencapai 8141 orang yang tersebar di mabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Namun diakui Agus, dari jumlah ini Jambi masih kekurangan tenaga pengajar dan akhirnya untuk mengatasi hal ini kebijakan yang diambil satuan pendidikan adalah menerima guru honorer.

"Setelah kebijakan diserahkan kewenangannya kepada pemerintah provinsi kami menerima 4048 guru honorer yang harus dilakukan pembayaran gaji. Hal ini dilakukan karena memang saat ini Orovinsi Jambi sangat membutuhkan tenaga guru," ungkapnya.

"Karena guru mata pelajaran yang bersangkutan udah pensiun dan tidak ada pengganti dan kita juga sangat berharap ada kebijakan pemerintah untuk menerima guru menjadi CPNS dalam waktu dekat," ujarnya lagi.

Untuk mengantisipasi menumpuknya guru di satuan pendidikan favorit atau di dalam kota, Agus mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemetaan guru dan ditargetkan akhir Februari selesai.

"Biasanya siapa pun dia, ingin pindah ke kota. Namun sekarang pak gubernur minta untuk kota dibatasi. Jangan hanya menumpuk di kota ataupun satuan pendidikan favorit dan kita akan sesuaikan kebutuhan," tegasnya.

Dikatakan Agus lagi, sekarang yang menjadi persoalan ialah guru agama Islam, MTK dan PPKN banyak yang pensiun dan tidak ada pengganti sehingga membuat guru-guru dari kabupaten/kota ingin pindah.

"Harus kita batasi. Oleh karena itu makanya kita lakukan pemetaan dimana saja yang menumpuk dan kita targetkan akhir Februari selesai pemetaan. Sehingga dari hasil pemetaan ini bisa kita buat kebijakan untuk guru yang menumpuk ini," pungkasnya.


Penulis: Sharly
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments