Sabtu, 18 Agustus 2018

Hari Ini Simulasi UNBK SMP, Sejumlah Sekolah Terkendala Komputer


Selasa, 13 Februari 2018 | 15:02:23 WIB


Jelang pelaksanaan UNBK SMP, sejumlah sekolah masih kekurangan laptop
Jelang pelaksanaan UNBK SMP, sejumlah sekolah masih kekurangan laptop / Jainal Abidin

JAMBI- Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) hari ini (14/2) secara serentak mulai melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahap 2 mematangkan persiapan siswa dalam mengikuti UNBK yang bakal dilaksanakan 23 hingga 26 April mendatang, simulasi UNBK digelar selama 2 hari, 14 hingga 15 Februari.

Namun dalam pelaksanaan simulasi, sejumlah sekolah masih mengalami kendala dalam penyiapan sarana dan parasana yang digunakan selama melaksanakan UNBK, terutama komputer yang nantinya digunakan siswa selama mengikuti ujian, karena jumlah komputer yang dimiliki sekolah minim.

Bahkan koordinasi dengan orangtua untuk meminjamkan laptop untuk digunakan anaknya mengikuti UNBK tidak memenuhi seluruh kebutuhan siswa, karena tidak semua orangtua mau meminjamkan laptopnya ke sekolah, dengan alasan keamanan laptop selama berada di sekolah, dan kerusakan ketika digunakan siswa, seperti yang dialami SMP Negeri 5 Kota Jambi.

Hal ini dibenarkan Kepala SMP Negeri 5, Ihsan menyebutkan, awalnya sekolah agak kesulitan dalam menyiapkan laptop kebutuhan siswa mengikuti simulasi UNBK tahap 2 yang digelar besok, 14 dan 15 Februari. "Namun akhirnya pelajar SMP Negeri 5 Kota Jambi, hari ini mulai mengumpulkan," katanya, Selasa (13/2) .

Menurutnya, kesulitan sekolah dalam menyiapkan komputer yang digunakan simulasi UNBK hari ini, dan pelaksanaan UNBK April mendatang karena orangtua siswa dibayangi rasa kekhawatir terkait pengaman dan kerusakan laptop selama dipinjam sekolah. " Hari ini anak- anak mulai mengumpulkan, dan kita telah siapkan laptopnya di ruangan ujian," sebutnya.

Setelah pelaksanaan simulasi rampung, nantinya laptop yang dipinjam sekolah akan dikembalikan kepada orangtua siswa, dan siswa membawa pulang.
Selain itu sekolah juga telah menyiapkan proktor dan teknisi yang akan mendampingi komputer dan laptop selama digunakan siswa. " Kalau dibawa pulang, siswa juga bisa belajar lebih matang belajar komputer mematangkan dirinya menghadapi UNBK," paparnya.

Dia menjelaskan persiapan sekolah dalam pelaksanaan simulasi besok telah menyiapkan ruangan ujian yang digunakan siswa sebanyak 3 ruangan ujian yang akan menampung sebanyak 372 siswa, namun hingga saat ini pemenuhan Komputer yang dibutuhkan sekolah masih kekurangan.

"Kita butuhnya 128 unit, namun hingga saat ini baru terkumpul 100 unit, dan 28 unit kita akan lakukan peminjaman kembali ke orangtua siswa," jelasnya.
Hal senada juga dirasakan SMP Negeri 10 Kota Jambi, sekolah yang baru pertama kali menyelenggarakan UNBK dan simulasi UNBK yang pertama kali dilaksanakan, karena pada simulasi pertama lalu sekolah masih kekurangan Komputer.

"Simulasi ini pun sebenarnya komputer masih kurang kalau digunakan UNBK, namun kalau untuk pemenuhan simulasi saja udah cukup," jelas Kepala SMP Negeri.10, Hefrizon.

Sebanyak 231 siswa Kelas XI SMP Negeri 10 akan mengikuti simulasi dan ujian nasional mendatang dengan kebutuhan komputer sebanyak 85 unit yang telah disiapkan sekolah.

"Baik komputer maupun laptop pinjaman orangtua siswa," katanya.

Menurut Hefrizon SMP Negeri 10 pertama kali melaksanakan simulasi dan menyelenggarakan UNBK, setelah sebelumnya pada simulasi UNBK pertama tidak mengikuti karena masih kekurangan komputer yang digunakan siswa mengikuti ujian.

"Sebenarnya kalau untuk UNBK komputer masih kurang, namun saat ini hanya untuk pemenuhan simulasi dulu," paparnya.

Persiapan lainnya sekolah juga telah menyiapkan siswa dalam materi pelajaran, materi dimatangkan pada kegiatan belajar di kelas, dan membahas kisi- kisi soal ujian yang akan diujikan nantinya.

Begitu halnya SMP Negeri 9 Kota Jambi yang tidak ikut melaksanakan simulasi UNBK 2, karena masih terkendala sarana dan prasaran seperti Komputer yang akan digunakan siswa nantinya dalam mengikuti UNBK.

"Simulasi 2 kita tak ikut, selain komputer belum lengkap untuk memenuhi kebutuhan siswa, sekolah juga tak enak pinjam terus dengan orangtua," kata Kepala SMP Negeri 9, Nurhadi. Menurutnya pelaksanaan simulasi UNBK 2 tidak diwajibkan untuk diikuti semua sekolah, dan tidak semua mata pelajaran yang dilakukan dalam pelaksanaan simulasi. "Yang wajib simulasi pertama dan ketiga, dan kita ikuti," paparnya.

Perlu diketahui pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 9, sekolah membutuhkan 59 unit komputer untuk pemenuhan siswa Kelas IX sebanyak 263 orang yang dibagi 3 sesi. SMP Negeri 25 Kota Jambi juga merasakan kendala yang sama dalam penyiapan simulasi UNBK yang akan diikuti sebanyak 190 orang siswanya. hingga saat ini sekolah hanya menyiapkan 30 unit komputer dari pinjaman orangtua.

"Sementara sekolah butuh 65 unit komputer pada pelaksanaan UNBK mendatang," paparnya. Sehingga untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah melaksanakan simulasi sebanyak 6 sesi, dan 1 sesinya dilaksanakan selama 1 jam. " lSupaya semua siswa mendapatkan pengalaman mengikuti simulasi," paparnya.

Sedangkan pada pelaksanaan UNBK mendatang, sejauh ini SMP Negeri 25 masih menunggu bantuan yang bakal diberikan dinas pendidikan (Disdik) Kota Jambi, diperkirakan pada maret mendatang akan diterima sebanyak 30 persen dari jumlah siswa Kelas XI.

Berbeda dengan SMP Kanaan Global School (KGS) Jambi, sekolah yang baru pertama menyelenggarakan ujian ini telah siap menghadapi UNBK, baik dari kelengkapan sarana dan prasarana maupun siswa yang akan mengikuti.

"Komputer kita punya 48 unit dan siswa yang akan ikut ujian 14 oramg sudah didaftarkan," paparnya. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sinkronisasi server yang nantinya menunjang Komputer selama pelaksanaan ujian. Sekolah juga telah berkoordinasi dengan orangtua siswa, memberitahukan anaknya akan mengikuti simulasi selama 2 hari.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments