Sabtu, 22 September 2018

Kasus Tabrakan Maut di Tebo, Jaksa Belum Terima SPDP


Kamis, 22 Februari 2018 | 10:53:16 WIB


Mobil truk yang menabrak pengendara motor dibakar warga
Mobil truk yang menabrak pengendara motor dibakar warga / Ade Sukma

TEBO-Kendati pihak penyidik Satlantas Polres Tebo sebelumnya sudah menetapkan salah seorang sopir truk berinisial R sebagai tersangka dalam kasus lakalantas di Tengah Ilir, namun Jaksa sampai saat ini belum juga menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP). 

Pada kasus lakalantas yang terjadi pada Sabtu (3/2) lalu yang melibatkan dua mobil truk dan pengendara motor tersebut mengakibatkan tewasnya tiga orang pengendara motor sprindiknya masih ditunggu oleh pihak kejaksaan.

Nursholihin mengaku jika sampai saat ini penyidik kepolisian belum mengirimkan SPDP kasus lakalantas. Padahal, lanjut dia, penyidik Polres punya waktu selama tujuh hari untuk mengirimkan SPDP pasca kejadian.  "Dan ini sudah dua minggu tapi belum ada juga.," ucapnya.

Apalagi penyidik Polres sebelumnya sudah menetapkan salah satu sopir truk tersebut sebagai tersangka.  "Aturan mahkamah agung memang seperti itu. Apalagi penyidik Polres sudah menetapkan salah satunya sebagai tersangka," sebut Nursholihin.

Diberitakan sebelumnya jika penyidik Satlantas Polres Tebo telah mengamankan satu dari 2 sopir truk. Bahkan satu diantaranya telah ditetapkan tersangka dengan inisial R, sedangkan satunya lagi hanya sebagai saksi.

Satuan lalu lintas Polres Tebo telah menaikkan salah satu sopir yang diduga menjadi penyebab kecelakaan beruntun yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia tepatnya di Desa Rantau Api Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo beberapa hari lalu.

Ternyata sopir truk bak warna biru, yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial R masih pelajar yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMA Negeri 4 di Sungai Bengkal.

Menurut Kasat Lantas AKP Aulia Rahmat, R merupakan sopir truk yang mendorong truk di depannya yang mengakibatkan 3 orang tewas di tempat, sedangkan truk yang menabrak langsung korban berinisial S hanya sebagai saksi.

Kata Kasat Lantas Polres Tebo, meskipun S hanya sebagai saksi, namun Polres meminta S wajib lapor. sedangkan Kasat mengaku SPDP akan dikirimkan besok ke Kejaksaan Negeri Tebo.

Sementara itu Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat mengaku massa yang membakar kedua truk ini tampaknya tidak diproses lebih lanjut, dan kedua sopir telah mengikhlaskan kendarannya dibakar massa.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments