Selasa, 25 September 2018

Cerita Masa Kecil Sy Fasha: Air Tajin Pengganti Susu


Kamis, 22 Februari 2018 | 10:54:33 WIB


Sy Fasha
Sy Fasha / Istimewa

JAMBI- DR H Sy Fasha ME, Walikota Jambi, ternyata cukup akrab dengan kemiskinan. Sedari kecil, hidup di tengah-tengah keluarga yang terbatas secara ekonomi di Tembok Batu, Palembang, Ayahanda Abu Hasan Hadi hanya berprofesi sebagai Satpam, sementara Sang Ibu Maniah seorang juru masak keliling (panggung, red) yang nyambi jadi guru ngaji. Fasha hidup di tengah-tengah keluarga dengan 8 saudara.

Menurut Fasha, saat dirinya masih kecil, ikan sepotong saja di meja makan harus dibagi dengan 7 saudaranya yang lain. ‘’Badannya untuk kakak tertua, sedangkan kami yang masih kecil diberikan bagian buntut saja,’’ kenang Fasha.

Meski kondisi keluarga serba kekurangan, katanya, Ibunda Maniah tidak kehabisan akal agar anak-anaknya bisa tumbuh sehat, seperti anak-anak kebanyakan. Dengan gaji ayahanda yang pas-pasan, susu pun tidak mampu dibeli.

‘’Ketika kami minta susu, ibu mensiasati dengan membuatkan air tajin atau air dari menanak nasi yang diberi gula. Itulah pengganti susu untuk kami,’’ katanya.

Kalau tidak ada lauk di meja makan, kenangnya lagi, ia dan saudara-saudaranya disuruh makan dengan lauk minyak jelantah (minyak goreng sisa). ‘’Saya masih ingat, meskipun hanya berlauk minyak jelantah, makan kami tetap lahap,’’ ujarnya.

Dalam keterbatasan itulah, sebut Fasha, ia dan saudaranya diajarkan bagaimana ketika menginginkan sesuatu harus berusaha dengan keras. ‘’Ayah waktu itu memberikan prinsip, kehidupan kami tidak mungkin mendapat pemberian orang lain. Kami selalu diajarkan untuk selalu berusaha,’’ pungkasnya.

Selain itu, katanya, pahitnya kehidupan ekonomi masa kecilnya itulah yang kemudian menjadi motivasi besar bagi dirinya dalam melangkah mengarungi kehidupan. ‘’Saya tentu tidak mau kepahitan yang saya alami waktu kecil dulu terjadi juga pada anak-anak saya saat ini. Ini motivasi terbesar dalam kehidupan Saya,’’ pungkasnya. 


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments