Rabu, 19 September 2018

Tips Menghindari Penipuan Toko Online


Sabtu, 24 Februari 2018 | 10:54:13 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JUAL beli online sudah menjadi tren bagi semua masyarakat. Sesuatu yang wajar memang mengingat dengan berbelanja secara online kita tidak perlu lagi repot-repot untuk wara-wiri mencari barang yang kita inginkan.

Apabila kita ingin membeli sebuah barang, maka kita cukup mencarinya secara online lalu memesannya. Sangat mudah dan praktis, apalagi kini tarif internet sudah semakin murah dan sudah bukan lagi menjadi hal yang mewah.

Meskipun jual beli online sudah banyak membawa dampak yang positif namun ternyata dibalik itu ada dampak negatif yang perlu Anda waspadai. Hal yang dimaksud adalah meningkatnya angka penipuan secara online dengan berbagai macam modus. Maraknya penipuan ini tak boleh kita pandang sebelah mata mengingat sudah banyak korban yang berjatuhan dengan angka kerugian mencapai puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Meski sudah memakan banyak korban, bukan berarti kita tidak bisa mencegah adanya penipuan secara online tersebut. Salah satu caranya adalah dengan selalu bersikap waspada dan selektif dalam memilih toko online untuk berbelanja secara online. Selain itu, sikap waspada dan pengetahuan yang cukup khususnya dalam bertransaksi dengan kartu kredit secara aman mutlak harus Anda kuasai.

Di Indonesia, penggunaan kartu kredit sudah lazim untuk digunakan seiring dengan semakin meningkatnya merchant dan toko online yang melayani transaksi barang dan jasa secara online. Dalam bertransaksi, Anda perlu memperhatikan modus yang biasa dilakukan dalam penipuan berkedok online. Bagaimana caranya? Simak beberapa tips berikut ini.

1. Jangan Tergiur dengan Barang yang Murah

Salah satu strategi penipu untuk memancing korbannya adalah dengan memasang harga barang yang sangat murah daripada harga yang ada di pasaran. Apabila Anda akan berbelanja online dan menemukan suatu toko online yang memasang harga murah, maka Anda wajib untuk tidak mudah tergiur dengan apa yang dipromosikan.

Akan lebih baik lagi jika Anda memilih toko online yang memang sudah terpercaya sehingga transaksi yang Anda lakukan benar-benar tidak berisiko. Apalagi kini juga sudah tersedia situs polisionline.com yang bisa Anda jadikan acuan untuk memilih toko online, jika nantinya terjadi penipuan oleh pihak toko online maka pihak polisionline lah yang akan bertanggung jawab karena mereka bertugas untuk memverifikasi toko online yang sudah terdaftar.

2. Simpan dengan Baik Segala Bukti dan Transaksi

Jangan pernah membuang segala bukti yang berkaitan dengan transaksi seperti bukti percakapan melalui SMS atau juga bukti transfer Anda. Agar lebih aman sebaiknya Anda menyimpan segala bukti tersebut hingga barang yang Anda pesan sudah berada di tangan Anda. Hal ini bertujuan untuk berjaga-jaga apabila seandainya Anda menjadi korban penipuan.

3. Jangan Berpatokan pada Testimoni
Dahulu, melihat testimoni milik sebuah toko online bisa menjadi acuan Anda ketika akan memilih toko online. Namun sepertinya hal ini tidak berlaku lagi saat ini. Oknum-oknum penipuan sekarang semakin pintar dalam mengelabui para korbannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya korban penipuan karena mereka terlena dengan testimoni palsu si penipu.

4. Minta Foto Barang Asli

Dalam beberapa kasus penipuan terdapat berbagai cara dan trik yang dilakukan oleh penipu. Salah satu trik si penipu adalah dengan mengirim barang yang tidak sesuai dengan aslinya, bahkan dalam beberapa kasus si penipu tersebut tidak mengirimkan barang yang di pesan dan hanya mengirimkan kardus kosong kepada si pembeli.

Untuk menghindari hal tersebut, sangat penting bagi Anda untuk memeriksa gambar barang yang akan Anda beli karena bisa saja penipu tersebut mengambil gambar dari Google. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu meminta foto barang yang akan Anda beli lebih dari satu.

5. Selalu Utamakan COD (Cash on Delivery)
Ketika Anda akan membeli sebuah barang, usahakan selalu Anda mencari toko atau penjual online yang dekat dengan lokasi Anda. Mengapa Demikian? Supaya Anda bisa melakukan transaksi secara COD (Cash on Delivery) atau transaksi langsung dengan bertemu si penjual, dengan demikian Anda bisa mengecek langsung barang yang Anda beli sekaligus meminimalkan tindak penipuan.

6. Menggunakan Jasa Pihak Ketiga
Jika memang melakukan COD tidak memungkinkan bagi Anda, maka sebaiknya Anda menggunakan jasa pihak ketiga untuk memfasilitasi transaksi Anda dengan penjual. Pihak ketiga yang dimaksud di sini adalah jasa Rekening Bersama atau yang biasa kita sebut dengan Rekber. Jasa rekber nantinya akan berfungsi untuk menjaga transaksi kita tetap aman, namun tentu saja dalam menggunakan jasa ini Anda perlu mengeluarkan sedikit biaya.

Rekber akan membuat Anda tenang dalam melakukan transaksi karena uang yang Anda transfer ke pihak penjual nantinya akan ditahan dulu oleh pihak rekber dan uang tersebut akan dicairkan kepada penjual apabila pembeli sudah menerima barang yang dibeli dan mengeceknya.

7. Meminta Nomor Resi Pengiriman
Nomor resi adalah bukti nomor barang yang akan dikirimkan kepada Anda melalui jasa ekspedisi pengiriman barang. Jika barang yang Anda beli memang telah dikirim maka tidak akan ada alasan bagi penjual untuk tidak menunjukan nomor resi pengiriman kepada Anda. Ketika Anda meminta nomor resi pengiriman namun sang penjual tidak mau memberikan nomor resi tersebut, maka Anda wajib mencurigai penjual tersebut sebagai penipu karena perilaku tersebut juga merupakan ciri-ciri seorang penipu.

Biasanya penipu akan berdalih dengan sejuta alasan untuk mengulur-ulur waktu pengiriman resi lalu akhirnya menghilang. Apabila pada akhirnya nomor resi telah dikirimkan kepada Anda maka ada baiknya Anda selalu mengecek secara berkala nomor resi tersebut di website jasa ekspedisi tersebut karena bukan tidak mungkin penjual akan membatalkan pengiriman keesokan harinya.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: cermati.com

TAGS:


comments