Rabu, 19 September 2018

PetroChina Gelar Dialog Pengembangan dan Uji Rasa Kopi Liberika


Jumat, 02 Maret 2018 | 07:52:21 WIB


PetroChina Gelar Dialog Pengembangan dan Uji Rasa Kopi Liberika
PetroChina Gelar Dialog Pengembangan dan Uji Rasa Kopi Liberika / Ist

JAMBI- Salah satu komoditas perkebunan andalan dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah Kopi Liberika. Kopi Liberika merupakan varietas kopi yang cocok untuk lahan gambut, dan populasinya sangat sedikit dibandingkan dengan varietas kopi lainnya yaitu Arabika dan Robusta.

Di Tanjung Jabung Barat, konsentrasi perkebunan Liberika ada di Kecamatan Betara, khususnya di Kelurahan Mekar Jaya yang merupakan daerah area operasi PetroChina International Jabung Ltd (PCJL).

Para petani kopi di Desa Mekar Jaya adalah petani kopi tradisional yang sampai saat ini dalam pemasarannya, sebagian besar masih bergantung kepada para pengepul. Minimnya wawasan dari para petani kopi untuk mengetahui celah-celah pasar yang bisa dimanfaatkan adalah salah satu penyebab dari ketergantungan pemasaran kepada pengepul ini.

Di sisi lain, Kopi Liberika yang jumlahnya terbatas dan juga menjadi komoditi khas Jambi, belum banyak dijumpai atau menjadi menu di gerai kopi modern yang menjamur di Kota Jambi.

Para pelaku usaha kopi khususnya di hilir yang merupakan konsumen akhir dari Kopi Liberika belum banyak mengetahui keberadaan kopi liberika yang ada di Jambi.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Kamis (01/03) PT PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) menggelar 'Dialog Pengembangan dan Uji Rasa Kopi Liberika' yang merupakan bagian dari kegiatan forum desa.

Kegiatan ini diikuti pelaku usaha kopi liberika binaan PCJL (Kelompok Tani Sido Muncul, Kelompok Tani Sri Utomo, pelaku usaha kopi luwak dan pengelola Gerai UMKM Mekar Jaya).


Banu Subagyo, Government and Relations Superintendent PT PetroChina menyebutkan, tujuan kegiatan ini adalah, membuka komunikasi antara petani kopi liberika dengan pemilik gerai kopi dan komunitas pecinta kopi.

‘’Petani kopi liberika juga akan memperoleh wawasan mengenai persyaratan kualitas yang harus dipenuhi dan aspek teknis pemasaran untuk dapat dipasarkan di gerai kopi modern. Memperkenalkan Kopi Liberika ke masyarakat pecinta kopi dengan langsung menikmatinya dalam sesi uji rasa,’’ ujarnya.


Menurutnya, dalam acara ini, diadakan uji cita rasa (cupping) kopi liberika untuk pemilik gerai kopi dan komunitas pecinta kopi di Kota Jambi.
‘’Kita ingin kopi liberika ini menjadi produk unggulan petani di Tanjab Barat dan bisa bersaing dengan produk lain,’’ jelasnya.

Dijelaskannya, sejak dua tahun lalu, hingga kini ada ribuan petani yang menjadi binaan PetroChina. ‘’Mulai dari pembibitan hingga produk jadi, para petani ini akan kita bina bersama dengan pihak terkait,’’ katanya.

Selain produk kopi sendiri, kata Banu, pihaknya juga menyediakan gerai di Betara. ‘’Di gerai itu, selain kopi juga tersedia produk-produk andalan lainnya. Saat ini pengunjungnya sudah banyak dan omsetnya pun lumayan. Ke depan kita berharap kopi liberika ini bisa menjadi edu wisata dari berbagai kalangan,’’ katanya.

Sementara itu, Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kabupaten Tanjabbarat, Mulyadi SE dalam sambutannya berharap kementrian terkait ikut mengembangkan kopi liberika.

‘’Saat ini kopi liberika kita sudah banyak dibawa ke Singapura dan Malaysia. Di sana kopi ini biasa disebut kopi Tungkal. Sejauh ini, permintaannya banyak tapi saying produksinya masih sedikit. Melalui pertemuan ini mudah-mudahan ke depan bisa tercapai,’’ ujarnya.


Mulyadi menyebutkan, ada beberapa kendala yang saat ini terjadi, diantaranya alih fungsi lahan ke perkebunan sawit. ‘’Kalau kebun sawit kan praktis, sementara kopi prosesnya panjang. Ini salah satu kendala kita,’’katanya.

‘’Melalui PetroChina, kami berharap difasilitasi bertemu penikmat kopi dan bagaimana peluang pasarnya. Kita ingin liberika jadi tuan rumah di Jambi,’’ungkapnya. (***)


Penulis: Ist
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments