Selasa, 25 September 2018

Ratusan Pekerja di PHK, Cuma Diberi Pesangon Rp 500 Ribu


Rabu, 14 Maret 2018 | 10:27:04 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARABULIAN - Ratusan pekerja PT Citra Mulia Manunggal (CMM) di PHK secara serentak pada tanggal 25 Desember 2017. Sebanyak 203 pekerja tersebut di PHK dan hanya diberi uang Rp 500 ribu per kepala.

Sumarni, salah seorang pekerja yang di PHK mengatakan, sehari-hari ia bekerja memupuk serta membersihkan kebun. Sumarni mengaku tidak mengetahui dengan pasti alasan dirinya di PHK.

"Sayo dak tau pak, tibo- tibo kami diberhentikan kemarin. Katanya mau ganti bos,” ujar Sumarni, Selasa (13/32018).

Menurut informasin PT CMM telah take over ke perusahaan Asian Agri. Namun bukannya pekerja ikut di take over, melainkan di PHK. Ratusan pekerja hanya diberi uang dengan nominal Rp 500 ribu.

Selain itu, saat diberhentikan para pekerja diminta untuk membuat surat lamaran baru. Namun hingga sekarang mereka tak kunjung dipanggil untuk bekerja kembali.

CMM merupakan anak perusahan Sinar Mas Group yakni perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan sawit yang berada di desa Teluk Leban kecamatan Maro Sebo Ulu.

Sementara itu, Zainal yang merupakan kuasa hukum pekerja menyebutkan, pihaknya sudah mencoba mengajukan permohonan perundingan Bipartit beberapa waktu lalu dan sudah diterima oleh pihak Perusahaan.

"Jadi, PT CMM anak PT Sinar Mas ini take over ke PT. Asian Agri. Namun pekerjanya malah di PHK dengan upah 500 ribu. Ini sangat disayangkan padahal itu merupakan lahan rejeki pekerja," kata Zainal saat dikonfirmasi.

"Kami telah mengirim surat permohonan Bipartit dan sudah diterima kita tinggal menunggu balasan. Kalau belum juga dibalas kita akan kirim kembali suratnya," tambahnya Zainal.

Terpisah, Syargawi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Batanghari, mengaku belum menerima laporan, baik dari pihak PT CMM maupun dari pihak Asian Agri.

"Hingga saat ini kami belum menerima laporan apapun, bagaimana kami mau menindak. Kalau pesangon itu tentu ada hitungannya," ujar Syargawi ketika dijumpai di ruang kerjanya.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments