Kamis, 16 Agustus 2018

3 Program Keahlian SMK 4 Ikuti Ujian Sertifikasi LSP


Selasa, 10 April 2018 | 16:19:41 WIB


Foto bersama
Foto bersama / Jainal Abidin

JAMBI - SMK Negeri 4 Kota Jambi, sejak 7 April kemarin,  mewajibkan siswa Kelas XII mengikuti ujian sertifikasi profesi. Tahun ini, ujian sertifikasi baru diikuti 3 program keahlian yang dilaksanakan perdana secara mandiri.

Ujian sertifikasi ini terlaksana, bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Lancang Kuning Nusantara Pekan Baru, Provinsi Riau.

LSP Pariwisata Lancang Kuning menghadirkan para penguji atau asesor dari nasional, karena dianggap lebih objektif sehingga hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan.

"Ujian sertifikasi ini, sebenarnya lebih banyak praktik dibanding teori," ujar Ari Kresnaputra Agus, selaku Manajer Sertifikasi LSP Pariwisata Lancang Kuning, Senin (9/4).

Ia menilai, karena peserta ujian sudah dibekali ilmu secara teori sajak awal bersekolah di Kelas X hingga Kelas XII SMK, kemampuan pengetahuan dan pemahaman secara akademik tidak perlu diragukan lagi. "Karena untuk tuntutan di lapangan belum banyak," imbuhnya.

Ari menyebutkan, pihaknya akan melakukan penilaian peserta ujian menggunakan standard SKKNI, apakah layak menerima sertifikat kejuruan atau tidak, karena tidak memenuhi standard penilaian asesor atau penguji.

"Di ujian sertifikasi ini, asesor akan melihat dokumen peserta, dan juga dilakukan wawancara. Sehingga bisa mengakomodir bidang kepariwisataan dan menggunakan kemampuan dimana nanti mereka di tempatkan," harapnya.

Hasil sertifikasi ini nantinya akan diberikan kepada peserta yang memenuhi standard dan kompeten. Sertifikasi ini, dikeluarkan secara nasional dengan masa berlaku selama 3 tahun, dan dapat dipergunakan baik di dalam maupun luar negeri.

"Yang harus dipahami, sertifikat tidak menjamin dapat pekerjaan, tetapi semua pekerjaan menuntut pekerja memiliki sertifikat keahlian," tegasnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kabid Pembinaan SMK Disdik Provinsi Jambi, Harizal. ‘’Kita sangat mendukung kegiatan SMK Negeri 4 menghantarkan siswa ikut berkompeten melalui sertifikasi kejuruan, meskipun belum bisa diikuti semua program keahlian,’’ ujarnya.

"Ke depan 3 jurusan lainnya yang ada di SMK Negeri 4 ini, diharapkan bisa menggelar ujian sertifikasi juga," jelas Harizal.

Menurutnya, Disdik sendiri sebelumnya telah menganggarkan untuk ujian sertifikasi ini bagi 450 peserta atau untuk semua program keahlian. "Ke depan kita akan upayakan menambah penganggaran," bebernya.

Tujuannya, kata Harizal agar sekolah lainnya juga segera melaksanakan ujian sertifikasi dan jumlah siswa lulusan SMK semakin banyak yang memiliki sertifikat program keahlian.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Provinsi Jambi, Ujang Hariadi mengatakan, dengan dilakukan ujian sertifikasi keahlian, ke depan siswa mampu bersaing dengan lulusan SMK lainnya, baik dalam maupun luar negeri yang melamar pekerjaan.

"Tentunya hal ini akan mensuport bidang pariwisata khususnya di Provinsi Jambi," ungkapnya.

Dijelaskannya, ke depan peluang yang memiliki sertifikasi sangat besar. Selain itu, pihaknya akan membantu mempromosikan.

Sedangkan Kepala SMK Negeri 4, Sujono menyebutkan, ujian sertifikasi ini baru tahun pertama digelar dan membutuhkan biaya yang sangat besar dalam penyelenggaraannya.

"Kalau tahun sebelumnya kita bekerjasama dengan Disdik provinsi," paparnya.

Ia menilai, proses sertifikasi menggunakan standard SKKNI untuk melihat dan menguji kemampuan peserta. Hal ini harus dilakukan sekolah untuk menjamin program keahlian tamatannya. "Sertifikasi sudah menjadi tuntutan dunia kerja," katanya.

Sujono mengungkapkan, peserta sertifikasi diikuti 3 program keahlian yang terdiri dari Perhotelan, Partiseri dan Jasa Boga dengan jumlah peserta 250 siswa Kelas XII.

"Sedangkan untuk program keahlian Tata Kecantikan Kulit, Kecantikan Rambut, dan Tata Busana segera menyusul. Kita upayakan tahun mendatang bisa mengikuti ujian sertifikasi," katanya lagi.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments