Sabtu, 15 Desember 2018

Kapolda Ingatkan Pendaftar Rekrutmen Polri Jangan Jadi Korban "Penembak Diatas Kuda"


Kamis, 12 April 2018 | 20:06:39 WIB


Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis AS
Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis AS / metrojambi.com

JAMBI – Seperti tahun-tahun sebelumnya, animo masyarakat untuk menjadi anggota Polri pada rekrutmen tahun 2018 ini masih cukup tinggi, baik untuk Taruna Akpol, Bintara, serta Tamtama. Tidak terkecuali pada panitia daerah (panda) Polda Jambi.

Terkait dengan tingginya animo tersebut, Kapolda Jambi, Brigjen Pol Muchlis AS, mengingatkan para calon polisi tersebut untuk berkompetisi secara sehat. Muchlis menegaskan, masuk polisi gratis 100 persen, dan yang nekat masuk dengan cara sponsorship, katabalece, dan titip menitip, akan dicoret.

“Jangan percaya jika ada yang menjanjikan pasti lulus dengan membayar. Itu pasti penipuan oleh oknum polisi atau mereka yang mengaku dekat polisi. Rekrutmen dilakukan secara bersih, trasparan, akutanbel, dan humanis (Betah),” ujar Muhclis kepada metrojambi.com, Kamis (12/4/2018).

Ditambahkan Muchlis, mereka yang menjanjikan bisa masuk polisi dengan membayar dikenal dengan istilah “menembak di atas punggung kuda” alias untung-untungan. Maksudnya adalah calon siswa itu sebenarnya lolos karena kemampuannya sendiri tapi para calo itu mengklaim itu adalah jasa mereka.

“Bila ada yang mendatangi calon, orang tua calon, baik dari oknum Polri atau non-Polri, yang berjanji membantu atau meluluskan dengan meminta uang atau materi agar ditangkap dan diserahkan ke polres atau polsek terdekat,” kata Muchlis.

Lebih lanjut Muchlis mengatakan, para panitia rekrutmen juga disumpah dan diawasi. Mereka juga sudah menandatangani pakta integritas. “Agar masyarakat Jambi tidak menjadi korban “penembak diatas kuda”, masing-masing calon peserta seleksi harus percaya dengan kemampuan diri sendiri,” pungkas Muchlis.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments