Rabu, 19 September 2018

Anggaran Panwaslu Belum Juga Cair, Pemkab Kerinci Dianggap Hambat Pilkada


Minggu, 15 April 2018 | 20:15:27 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Hingga pertengahan April 2018 ini, Pemerintah Kabupaten (Penkab) Kerinci belum juga mencairkan dana hibah tahap kedua untuk Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kerinci. Padahal, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci akan berlangsung tidak lama lagi.

Ketua Panwaslu Kabupaten Kerinci, Fatrizal, mengatakan sebelumnya Bupati Kerinci, Adirozal, menjanjikan dana hibah tahap kedua dicairkan pada minggu kedua bulan Februari 2018.

"Tapi sampai sekarang belum juga dicairkan. Saya bersama dengan Kasek (kepala secretariat) sudah menanyakan dengan Pjs Bupati yang sekarang, jawabannya akan segera diperintahkan untuk membayar," kata Fatrizal, Minggu (15/4/2018).

Terkait hal ini, Fatrizal mengatakan jika pihaknya menilai Pemkab Kerinci menghambat proses pengawasan. Fatrizal menyebutkan jika pihaknya juga telah menyampaikan kepada Sekda Kerinci dan menanyakan langsung persoalan dana hibah pengawasan untuk tahap kedua tersebut.

"Sudah kita tanya dengan Pak Jarizal, tapi alasan dana belum turun. Kalau memang belum turun, kenapa KPU sudah dicairkan, ini kan ada apa," tandasnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi. Menurut Asnawi, dengan belum adanya pencairan tahap kedua berarti selama empat bulan Panwas Kerinci terganggu kerjanya karena tidak ada anggaran.

Ditambahkan Asnawi, apa yang dilakukan Pemkab Kerinci ini tidak wajar, karena pihak KPU sudah bisa mencairkan anggarannya. Asnawi menyebutkan baik KPU dan Panwas sama-sama lembaga penerima dana hibah Pilkada.

“KPU Kerinci pun sudah dibayar tapi kenapa Panwas belum juga,” ujar Asnawi.

Dikatakannya lagi, Pemkab Kerinci seakan tidak kooperatif dan ini bisa berpotensi menghambat pengawasan. “Sudah bulan 4 pertengahan belum juga ada kepastian anggaran dicairkan,” katanya.

Saat ini, kerja dari Panwas Kerinci sudah mulai terganggu. Salah satu yang terasa adalah pembayaran honor pengawas kecamatan  dan PPL serta biaya operasional terhambat. “Kita minta niat baik Pemda sebab kabupaten lain seperti Merangin dan Kota sudah selesai,” katanya.

Ia pun berharap kerjasama Pemkab Kerinci dalam mewujudkan Pilkada yang aman dan damai. “Kita kesulitan lakukan pengawasan sementara laporan banyak. Kita berharap Pemda bisa bekerjasama dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Kerinci, Afrizal HS, ketika dikonfirmasi mengatakan untuk dana hibah bagi Panwaslu Kerinci sebenarnya tidak ada masalah. Hanya tinggal proses pengurusan untuk melakukan pencairan. 

"Tidak ada masalah anggaranya. Tapi memang pada bulan Februari lalu kita disibukkan dengan penyusuna laporan yang tanggal 31 harus selesai. Tapi sekarang BPKAD juga tengah disibukan dengan laporan kepada BPK. Sebaiknya setelah dimasuk usulan pencairan ditindak lanjuti terus ke BPKAD," ujarnya.


Penulis: Dedi/Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments